Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gempa Bumi, Nissan Jepang Sesuaikan Produksi di Pabrik Serena

Sudah terantuk pandemi digoyang gempa pula. Itulah kondisi pabrik mobil di Jepang saat ini. Setelah Toyota, kini giliran Nissan yang dilaporkan melakukan penyesuaian aktivitas produksi pabrik Fukuoka.
Mobil All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena dipajang saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (19/2/2019).Bisnis-Abdullah Azzam
Mobil All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena dipajang saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (19/2/2019).Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah terantuk pandemi digoyang gempa pula. Itulah kondisi pabrik mobil di Jepang saat ini. Setelah Toyota, kini giliran Nissan yang dilaporkan melakukan penyesuaian aktivitas produksi pabrik Fukuoka.

Nissan Motor Co Ltd menyesuaikan produksi mereka di pabrik Fukuoka pada pekan ini lantaran adanya gangguan pada pasokan suku cadang setelah gempa bumi melanda timur laut Jepang.

"Gempa pada Sabtu (13/2/2021) waktu setempat itu mempengaruhi pembuat suku cadang mobil Hitachi Astemo," kata sumber seperti dikutip Antara dari Reuters, Kamis (18/2/2021).

Hitachi Astemo merupakan perusahaan patungan antara Hitachi Ltd dan Honda Motor Co Ltd yang memproduksi suku cadang untuk sistem suspensi mobil di pabriknya di Fukushima yang digunakan oleh pembuat mobil termasuk Nissan dan Toyota Motor Corp.

"Nissan mempersingkat waktu operasi dua jalur di pabriknya di Fukuoka, yang memproduksi minivan Serena, mulai Selasa malam, dan akan menghentikan produksi pada Sabtu," kata sumber tersebut.

Namun, juru bicara Nissan mengatakan sejauh ini produsen mobil tersebut tidak melihat dampak pada produksi yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi.

Di tempat lain, Toyota Motor Corp mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan menghentikan sementara produksi pada 14 lini di sembilan pabrik grup di Jepang karena beberapa pemasoknya terkena dampak gempa.

Toyota telah menghentikan produksinya karena penutupan pabrik suspensi Hitachi Astemo, harian Nikkei melaporkan pada Rabu (17/2/021).

"pabriknya di Fukushima telah menghentikan produksinya sejak Senin karena pemadaman listrik setelah gempa," kata juru bicara Hitachi Astemo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper