Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harmonisasi Pajak Sedan, Buka Kesempatan Perakitan Lokal?

Harmonisasi pajak kendaraan bermotor akan membuka peluang agen pemegang merek (APM) merakit sedan di Indonesia. Namun, tentu hal ini harus melihat respons masyarakat terlebih dahulu.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 Februari 2018  |  12:33 WIB
Harmonisasi Pajak Sedan, Buka Kesempatan Perakitan Lokal?
Karyawan merakit kendaraan All-new BMW Seri 5 , di Jakarta , Rabu (2/9). - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harmonisasi pajak kendaraan bermotor akan membuka peluang agen pemegang merek (APM) merakit sedan di Indonesia. Namun, tentu hal ini harus melihat respons masyarakat terlebih dahulu.

Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan bahwa harmonisasi pajak kendaraan bermotor akan membuat sedan lebih kompetitif. Dengan demikian dapat melihat minat konsumen otomotif Indonesia terhadap mobil yang terlanjur dicap mewah itu.

“Apabila pasar repons baik, tentunya kami dapat melihat kemungkinan local assembly [perakitan lokal],” katanya kepada Bisnis, Senin (12/2/2018).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/2017, pemerintah membedakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedan atau station wagon dengan kendaraan bermotor lain.

Sedan berkubikasi mesin hingga 1.500 cc dikenai pajak sebesar 30%, sedangkan kubikasi mesin 1.500 cc sampai dengan 3.000 cc 40%. Tarif pajak tertinggi, yakni sebesar 125% diberikan kepada sedan dengan kapasitas mesin di atas 3.000 cc.

Tarif pajak tersebut jauh berbeda dengan jenis kendaraan lain yang memiliki kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc. Kendaraan selain sedan dikenakan PPnBM sebesar 10%—20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak Sedan Pasar Sedan Penjualan Sedan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top