Model Baru Berpotensi Katrol Penjualan Sedan

Pelaku industri otomotif berharap kehadiran sejumlah produk baru dapat mengatrol pasar sedan yang selama ini tertekan.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 26 September 2019  |  13:03 WIB
Model Baru Berpotensi Katrol Penjualan Sedan
ilustrasi. - BISNIS.COM/ Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri otomotif berharap kehadiran sejumlah produk baru dapat mengatrol pasar sedan yang selama ini tertekan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama Januari-Juli, penjualan sedan hanya sebanyak 3.356 unit, atau hanya meraih 0,6% dari total pasar domestik yang sebanyak 570.331 unit. Pasar sedan sulit berkembang di Tanah Air lantaran tingginya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Kendati pasarnya sangat kecil, tercatat pada tahun ini terdapat terdapat tiga produsen yang merilis empat model sedan di pasar domestik. Toyota memulai dengan memperkenalkan All New Camry yang dilanjutkan dengan All New Corolla Altis.

Pemain lainnya, Honda dan Mazda masing-masing merilis All New Honda Accord dan Mazda 3 pada GIIAS 2019 lalu. Penjualan model baru sedan itu tergolong cukup mengembirakan bagi masing-masing agen pemegang merek (APM).

Toyota misalnya, mengklaim rerata penjualan Camry tahun ini sebanyak 100 unit hingga 150 unit. Capaian itu jauh lebih baik dari dibandingkan tahun lalu yang umumnya berada di bawah 100 unit atau bahkan menyentuh 50 unit per bulan.

“Saya rasa jika dibandingkan dengan penjualan total memang tidak besar tetapi untuk ukuran sedan sendiri sudah lumayan,” ujar Anton Jimmy Suwandi, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) kepada Bisnis belum lama ini.

Dia menjelaskan, secara umum pasar sedan pada tahun ini tidak berubah banyak tetapi peluang untuk bertumbuh masih cukup baik. Pasalnya, sedan yang dirilis saat ini lebih stylish dan lebih canggih dengan beragam fitur yang dihadirkan.

Faktor pendorong lainnya ialah rencana pemerintah untuk harmonisasi PPnBM. Menurutnya, jika PPnBM nantinya berdasarkan emisi, maka sedan masih memiliki kesempatan berkembang di Indonesia.

“Nanti kan pajaknya bukan lagi dilihat dari sedan atau bukan ya. Tapi kan dari emisinya. Saya rasa ada kesempatan lah untuk sedan ke depannya,” katanya.

Pemerintah melalui program low carbon emission vehicle (LCEV) sedang mempersiapkan harmonisasi tarif pajak PPnBM. Pajak nantinya tidak lagi berdasarkan model atau kapasitas mesin tetapi lebih mempertimbangkan emisi dan konsumsi bahan bakar.

Toyota yang juga merilis Corolla Altis berharap kehadiran model baru dapat mengangkat penjualan sedan khususnya. Corolla Altis yang telah mengadopsi Toyota New Global Architecture (TNGA) seperti Camry diharapkan dapat meraih penjualan pada kisaran 60 hingga 70 unit per bulan.

Kedua model sedan terbaru Toyota itu telah mendapatkan varian hibrida untuk mendukung program kendaraan listrik di Tanah Air. Penjualan varian hibrida diklaim juga sangat baik karena hibrida merupakan varian paling tinggi dan banyak diminati konsumen.

Gaikindo menyatakan total pengiriman model Camry ke diler pada Januari-Juli 2019 sebanyak 1.212 unit. Varian Camry Hybrid berkontribusi sebesar 9,24% terhadap total penjualan All New Camry atau setara dengan 112 unit.

Model baru sedan lainnya, All New Honda Accord seperti dicatat Gaikindo langung membukukan pengiriman ke diler sebanyak 122 unit pada Juli 2019. Pada Agustus, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyebutkan Accord meraih penjualan ritel sebanyak 100 unit, atau lebih banyak dibandingkan Honda Civic sedan sebanyak 70 unit dan Honda City yang sebanyak 48 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pasar Sedan

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top