Penjualan Sedan Merosot Lagi, Harmonisasi PPnBM Kian Urgen

Penjualan sedan nasional tahun lalu anjlok ke titik terendah sejak 2012. Tahun ini, penjualan sedan diprediksi stagnan sehingga diharapkan pemerintah dapat segera melakukan harmonisasi tarif pajak untuk kembali mengangkat penjualan sedan.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  05:25 WIB
Penjualan Sedan Merosot Lagi, Harmonisasi PPnBM Kian Urgen
Mazda 6. - Mazda

Bisnis.com, JAKARTA--Penjualan sedan nasional tahun lalu anjlok ke titik terendah sejak 2012. Tahun ini, penjualan sedan diprediksi stagnan sehingga diharapkan pemerintah dapat segera melakukan harmonisasi tarif pajak untuk kembali mengangkat penjualan sedan.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Kukuh Kumara mengatakan, harmonisasi tarif PPnBM sudah sangat urgen karena pasar sedan telah sangat kecil di Tanah Air. Padahal, pasar global sangat membutuhkan sedan dan kendaraan sport utility vehicle (SUV) sehingga jika pemerintah ingin mendorong ekspor otomotif, posisi sedan sangat penting.

"Jangan lupa tahun 1980-an ada 19 pabrikan yang memproduksi sedan di dalam negeri. Saat ini hanya tiga yakni Toyota, BMW dan Mercedes, lainnya pindah ke luar negeri" ujarnya kepada Bisnis, Kamis (21/2/2019).

Kukuh menjelaskan, Gaikindo telah mengusulkan kepada pemerintah untuk harmonisasi tarif PPnBM. Harmonisasi itu bukan hanya terkait tarif pajak tapi juga kategori kendaraan, yang mana sebaiknya mengikuti standar internasional yakni kategori kendaraan penumpang di bawah 10 penumpang dan di atas 10 penumpang untuk kendaraan komersial.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.010/2017 sedan mendapat perlakuan khusus. Sedan atau station wagon dikenakan tarif 30% hingga 125%. Sementara itu kendaraan penumpang dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc hingga 2.500 cc bisa menikmati PPnBM 10% hingga 20%.

Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) Roy Arman Arfandy mengatakan, penjualan sedan pada tahun ini relatif stagnan karena masih tingginya pajak sedan. Penjualan sedan Mazda tahun lalu cukup baik berkat minat masyarakat pada model Mazda 6.

"Penjualan sedan secara umum akan relatif stagnan karena pajak sedan. Untuk Mazda6 kami punya dua model yakni sedan dan Estate yang mana minat terhadap estate cukup baik sehingga membantu penjualan Mazda6," tulisnya kepada Bisnis, Kamis (21/2/2019).

Gaikindo menyebutkan penjualan sedan Mazda tahun lalu sebanyak 397 unit, naik 8,17% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2017. Mazda6 menjadi yang sedan Mazda paling laris, bersama dengan model sedan sportif MX5.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam banyak kesempatan mengatakan harmonisasi tarif PPnBM sedan telah diusulkan kepada Kementerian Keuangan. Harmonisasi tarif itu sangat penting untuk membantu industri otomotif menciptakan pasar sedan di dalam negeri sekaligus bisa bersaing untuk ekspor. "Misalnya, kami mendorong peningkatan ekspor sedan," ujarnya di Priok beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Penjualan Sedan, Mazda 6 Tourer

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top