Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Banyak Jalan Menuju Netralitas Karbon, Ini Penjelasan Toyota Indonesia

Toyota Indonesia meyakini proyek elektrifikasi tidak boleh mengorbanan kemajuan yang telah didapat industri otomotif.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  15:08 WIB
Banyak Jalan Menuju Netralitas Karbon, Ini Penjelasan Toyota Indonesia
Pabrik Toyota. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyebutkan untuk menyambut era elektrifikasi memerlukan strategi yang lebih tertata. Terlebih lagi, proyek elektrifikasi merupakan bagian dari visi besar menolkan emisi karbon.

Karena itu, untuk mencapai target netralitas karbon, Toyota Indonesia meyakini proyek elektrifikasi kendaraan tidak bisa melepaskan kondisi faktual industri dan pasar saat ini. Apalagi, sejauh ini industri otomotif merupakan salah satu penyangga pertumbuhan sekaligus kontributor bagi ekspor nasional. 

Artinya, kondisi eksisting demikian membutuhkan kecermatan dalam transisi dan transformasi tanpa mengurangi tujuan mengikis emisi karbon. Kuncinya, adalah dengan menggelar jalan bagi produk dengan ragam teknologi yang bisa mengikis karbon sesuai dengan pasar dan kesiapan industri.

Hal itu diungkapkan Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN Bob Azam.Dia mengatakan, transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia harus lebih tertata, karena jika tidak akan melemahkan industri otomotif di Indonesia.

"Transisi kendaraan elektrifikasi yang tidak tertata, akan melemahkan posisi Indonesia sebagai basis global industri otomotif," ujar Bob di sela-sela Seminar Nasional Toyota di ITB, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut, Bob menambahkan, kunci dari transisi untuk elektrifikasi kendaraan lebih cepat berkembang adalah dengan menyediakan ragam kendaraan listrik di Indonesia atau multi-pathway.

Konsep multi-pathway ini memanfaatkan kendaraan rendah emisi dari mulai HEV, PHEV, BEV, FCEV dan bahan bakar rendah emisi, yakni biofuel.

Di samping itu, roadmap industri otomotif nasional harus disusun dengan memperhitungkan ketersediaan energi, khususnya Sumber Daya Alam (SDA) tidak terbarukan.

"Dukungan Pemerintah di sektor transportasi melalui manajemen UIO [Unit in Operations], juga menjadi elemen penting untuk mempertahankan posisi dan kontribusi positif industri otomotif nasional selama lebih dari 5 dekade ini,” tambah Bob.

Oleh sebab itu, Toyota Indonesia percaya setiap teknologi memiliki perannya masing-masing dan semua harus dikembangkan untuk memenuhi tujuan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota toyota motor corp toyota motor manufacturing indonesia Toyota Astra Motor Toyota Innova
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top