Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Punya Pabrik, tapi Impor Mobil Listrik Hyundai Tembus Rp1,5 Triliun

Nilai importasi mobil listrik yang dilakukan berbagai prinsipal di Indonesia sepanjang sejak tahun lalu hingga September tahun ini  menembus Rp2,53 triliun.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 03 November 2022  |  13:58 WIB
Punya Pabrik, tapi Impor Mobil Listrik Hyundai Tembus Rp1,5 Triliun
Ioniq 5 menghadirkan pengalaman baru melalui desain EV inovatif yang menggugah ikon pembentuk DNA desain Hyundai. - Hyundai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Nilai importasi mobil listrik Hyundai sejak 2021 hingga September tahun ini tercatat sebesar US$162,43 juta. Hyundai mendominasi nilai impor mobil listrik dengan mengedarkan model seperti Ioniq 5, Kona, hingga model premium Genesis.

Berdasarkan informasi dari dokumen yang didapat Bisnis.com dari lingkungan Kementerian Keuangan, tercatat nilai importasi mobil listrik yang dilakukan berbagai prinsipal di Indonesia sepajang sejak tahun lalu hingga September tahun ini  menembus US$162,43 juta, atau setara Rp2,53 triliun.

Berdasarkan informasi tersebut, data nilai impor itu tercatat sejak tahun lalu hingga September tahun ini. Secara total, volume mobil listrik (BEV) yang diimpor mencapai 7.737 unit.

Sebagai catatan, nilai importasi itu mengacu FOB (free on board) yang memuat harga barang di luar asuransi dan biaya pengangkutan (CIF). Sehinga, secara keseluruhan, harga rata-rata mobil listrik yang diimpor dari negara asalnya berkisar US$21 ribu, atau setara Rp327,96 juta per unit.

Di sisi lain, jika membandingan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik murni (BEV) hingga September berbeda jauh dari data tersebut. Secara total penjualan BEV dalam catatan Gaikindo mencapai 2.431 unit sejak tahun lalu hingga September tahun ini.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Hyundai Motors Indonesia. Kedua perusahaan itu total mengimpor BEV sebanyak 2.552 unit. Secara total, nilai importasi Hyundai mencapai US$162,43 juta, atau sekitar Rp1,5 triliun.

Sehingga secara rata-rata mobil listrik yang diimpor Hyundai memiliki nilai FOB sekitar US$39.242 per unit. Harga itu setara Rp615 juta.

Mengacu data Gaikindo, total penjualan mobil listrik Hyundai sejak tahun lalu hingga September tahun ini mencapai 1.590 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top