Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nilai Impor Mobil Listrik Tembus Rp2,5 Triliun, Ternyata Harga Per Unit Hanya Rp320 Jutaan

Informasi nilai impor dan pengimpor mobil listrik itu termuat dalam dokumen yang didapatkan Bisnis.com dari lingkungan Kementerian Keuangan.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 02 November 2022  |  16:42 WIB
Nilai Impor Mobil Listrik Tembus Rp2,5 Triliun, Ternyata Harga Per Unit Hanya Rp320 Jutaan
Wuling Motors Indonesia mengenalkan kendaraan listrik pertamanya di Indonesia, Air ev sebagai kendaraan ramah lingkungan yang dijual dengan harga mulai dari Rp250 juta hingga Rp300 juta - BISNIS - Jaffry Prabu Prakoso.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Nilai importasi mobil listrik yang dilakukan berbagai prinsipal di Indonesia sepajang sejak tahun lalu hingga September tahun ini  menembus US$162,43 juta, atau setara Rp2,53 triliun. Informasi itu termuat dalam dokumen yang didapatkan Bisnis.com dari lingkungan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan informasi tersebut, data nilai impor itu tercatat sejak tahun lalu hingga September tahun ini. Secara total, volume mobil listrik (BEV) yang diimpor mencapai 7.737 unit.

Sebagai catatan, nilai importasi itu mengacu FOB (free on board) yang memuat harga barang di luar asuransi dan biaya pengangkutan (CIF). Sehinga, secara keseluruhan, harga rata-rata mobil listrik yang diimpor dari negara asalnya berkisar US$21 ribu, atau setara Rp327,96 juta per unit.

Di sisi lain, jika membandingan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik murni (BEV) hingga September berbeda jauh dari data tersebut. Secara total penjualan BEV dalam catatan Gaikindo mencapai 2.431 unit sejak tahun lalu hingga September tahun ini.

Beberapa prinsipal besar yang mengimpor mobil BEV tercatat adalah Hyundai terdiri dari PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Hyundai Motors Indonesia. Kedua perusahaan itu total mengimpor BEV sebanyak 2.552 unit.

Paling terbanyak, importasi dilakukan PT SGMW Motors Indonesia (Wuling). Prinsipal asal China yang baru meluncurkan produk Wulin Air ev pada tahun ini, telah mencatatkan nilai impor sebanyak 4.554 unit.

Selanjutnya adalah PT Toyota Astra Motor (TAM). Prinsipal asal Jepang ini tercatat telah mengimpor BEV sebanyak 229 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top