Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ban Tubeless Sering Kempes? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sekarang banyak sepeda motor yang menggunakan ban tubeless yang diklaim lebih awet. Namun demikian, ada kalanya ban tubeless sering kempes.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  09:16 WIB
Ban motor Zeneos Milano melilit pelek roda Yamaha NMax. - ANTARA
Ban motor Zeneos Milano melilit pelek roda Yamaha NMax. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Sekarang banyak sepeda motor yang menggunakan ban tubeless yang diklaim lebih awet. Namun demikian, ada kalanya ban tubeless sering kempes.

Jika ban tubeless Teman Bisnis mengalami kempes, maka harus segera melakukan penambalan, atau menggantinya dengan ban baru. Dilansir dari Suzuki, ban tubeless sering dikatakan ban yang cukup awet, sehingga ketika kempes bisa jadi karena ini:

Pentil Motor Kendor

Meskipun ban tubeless sering disebut juga ban antibocor, ternyata pentil motor yang kendor bisa menjadi alasan ban kempes.

Kondisi ini bisa membuat udara dalam ban akan keluar secara perlahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, selalu pastikan bahwa karet pentil sudah rapat.

 

Mengalami Bocor Halus

Ban tubeless yang sering kempes bisa dikarenakan bocor halus. Hal ini bisa disebabkan saat motor berjalan di daerah yang tidak rata, dan tertancap batu atau kerikil yang cukup tajam.

Alhasil, ban akan menjadi berlubang dan udara di dalam ban keluar sedikit demi sedikit.

 

Adanya Debu dan Pasir yang Menempel pada Ban

Butiran debu yang menempel selama di perjalanan juga salah satu faktor yang menyebabkan ban tubeless kempes. Biasanya, pasir akan terselip dan mengisi antara ruang ban dan pelek. Kemudian, jika tidak dibersihkan maka akan menimbulkan celah yang bisa membuat udara perlahan keluar.

 

Pelek Bengkok

Pelek bengkok juga bisa menjadi penyebab kenapa ban tubeless sering kempes. Hal ini bisa dikarenakan pelek yang bengkok akan memberikan celah antara pelek dan ban. Kemudian, celah tipis tersebut bisa menyebabkan angin keluar secara perlahan, sehingga ban mudah kempes.

 

Ban Sudah Botak

Ban yang sudah botak dan halus memang sangat berbahaya dan sebaiknya harus cepat diganti. Selain rawan kempes bahkan bocor, ban yang sudah botak sangat berbahaya karena menjadi licin. Bahkan ketika kena panas, rentan meletus.

 

Paku Menancap di Ban

Ban tubeless yang sering kempes bisa disebabkan oleh paku yang menancap. Tusukan paku tersebut akan menyisakan celah yang membuat angin di dalam ban keluar.

Untuk mengeceknya, Teman Bisnis bisa meneteskan air sabun ke tempat ban yang telah tertusuk paku. Kalau ada gelembung, berarti Anda harus segera mengambilnya, agar ban tidak kempes lagi.

 

Ada beberapa cara yang bisa Teman Bisnis lakukan untuk merawat ban tubeless supaya lebih awet. Berikut beberapa tips yang Teman Bisnis bisa terapkan.

Memakai Ban Tubeless Sesuai Load Index dan Speed Symbol

Teman Bisnis harus tahu pemakaian ban ini apakah sudah sesuai dengan peruntukan. Hal ini bisa mengacu kepada load index dan speed symbol.

Load index dan speed symbol merupakan salah satu panduan bagaimana sebuah ban kuat menahan beban, juga mengenai batas kecepatan maksimum yang masih aman.

Contoh saja, jika di dinding ban ada tulisan 90/80-17 M/C 46S, artinya load index-nya 46 dan menunjukkan bahwa beban yang bisa ditahan adalah 170 kg.

Kemudian, kalau speed symbol biasanya kodenya S yang berarti ban bisa diajak berkendara sampai kecepatan maksimum 180 km per jam.

 

Menggunakan Tekanan Angin Sesuai Rekomendasi

Jangan lupa untuk selalu menggunakan tekanan angin yang sesuai dengan rekomendasi pabrik. Biasanya sudah ada informasi mengenai kebutuhan tekanan angin pada setiap ban yang dipasarkan. Setiap motor biasanya akan memiliki rekomendasi di badannya.

 

Ketika Bocor Ditambal Bagian Dalam Ban

Cara selanjutnya untuk mengatasi ban tubeless sering kempes adalah ketika bocor lebih baik ditambal dari bagian dalam.

Hal ini bertujuan untuk mengamankan ban dan tidak merusak tekstur dari bagian luar. Tambalan dari luar akan berpengaruh juga pada keseimbangan kendaraan Teman Bisnis.

 

Mengisi Ban dengan Gas Nitrogen

Gas nitrogen terkenal bisa mengurangi panas yang dihasilkan saat ban meluncur di jalan. Oleh karena itu pengguna ban tubeless sangat dianjurkan menggunakan gas ini. 

Selain itu, jika dibandingkan dengan gas biasa, nitrogen bisa bertahan lebih lama sehingga dapat menjaga tekanan ban. Dengan begitu, ban jadi lebih awet karena tekanannya stabil.

Cek Pelindung di Dalam Ban Tubeless

Teman Bisnis Juga harus memperhatikan pelindung dalam ban tubeless yang telah dipasang. Pelindung ini berfungsi untuk mencegah angin yang ada di dalam ban keluar.

Seal ini bisa saja rusak seiring dengan berjalannya waktu. Jika tidak sering di cek, bisa-bisa akan menyebabkan kempes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor ban motor tips otomotif
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top