Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sepak Terjang BUMN di Industri Motor Listrik

Bisnis mencatat dua perusahaan pelat merah atau BUMN memiliki ambisi mengincar kue pasar kendaraan listrik. Keduanya masuk melalui produk sepeda motor.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 November 2021  |  18:05 WIB
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits', di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018).  - Antara/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits', di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). - Antara/Wahyu Putro A
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Tidak seperti mobil listrik, industri motor listrik menarik banyak minat pemain baru di Indonesia. Tidak hanya swasta, tetapi juga badan usaha milik negara (BUMN). Saat ini sudah ada dua perusahaan pelat merah yang mencari celah di tengah transformasi besar industri otomotif.

Uniknya, BUMN pertama yang masuk ke industri motor listrik adalah perusahaan konstruksi. PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (Wikon), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. bersama Gesits Technologies Indo (GTI) mendiirikan PT WIKA Industri Manufaktur (Wima) pada Juni 2018.

Pada awalnya Gesits adalah hasil kerja sama antara Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Nama Gesits berasal dari singkatan Garansindo Electric Scooter ITS.

Dalam satu kesempatan Wima mengklaim Gesits menggunakan 162 komponen dengan 85 persen di antaranya diproduksi di dalam negeri yang dipasok oleh 24 perusahaan, dan lima di antaranya adalah BUMN. Adapun Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gesits saat ini sebesar 46,73 persen.

Gesits dilengkapi dengan motor listrik dengan tenaga puncak 5 kilowatt (kW) dan menggunakan baterai lithium NCM berkapasitas 1.44 kWh untuk 1 baterai. Sepeda motor Gesits dapat menggunakan dua baterai, sehingga bisa berjalan hingga 100 kilometer per satu kali pengisian daya.  Waktu pengisian dayanya sendiri antara 3 hingga 4 jam, dengan 30 min pertama dapat menempuh jarak 10 kilometer.

Direktur Utama Wima M. Samyarto menargetkan penjualan motor listrik Gesits hingga akhir 2021 mencapai 5.000–7.000 unit. “Kami berencana menambah dua varian lagi, di akhir tahun ini atau awal tahun depan. Harapannya dapat menambah pilihan bagi pelanggan untuk memilih Gesit sebagai transportasi roda duanya," kata Samyarto saat dihubungi Bisnis belum lama ini.

Tidak hanya mengincar domestik, ambisi Gesits juga mengisi pasar global. Sejauh ini Wima telah berhasil melakukan ekspor perdana 1 kontainer sepeda motor listrik Gesits ke Senegal.

"Pelaksanaan ekspor perdana sepeda motor listrik Gesits ini adalah bukti nyata bahwa kualitas produk yang lahir dari anak bangsa Indonesia, tidak hanya dapat digunakan di Indonesia saja, namun mampu bersaing di pasar global," kata Samyarto.

Adapun purwarupa motor listrik Gesits sudah ada sejak 2016. Ada banyak pembaruan hingga siap produksi massal seperti saat ini.

Sedari awal, Gesits mengusung desain skutik. Saat ini, di Indonesia motor jenis skutik menguasai 87,29 persen pangsa pasar roda dua.

Meskipun sekilas tidak memiliki perbedaan dengan skutik, Gesits diklaim memiliki biaya operasional 70 persen lebih murah dibandingkan motor bensin. Selain itu mesin Gesits beroperasi tanpa getaran, tidak seperti motor pada umumnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gesits Sepeda Motor Listrik PT WIKA Industri Manufaktur
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top