Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Sembarang, Begini Etika Bunyikan Klakson Kendaraan

Klakson merupakan alat untuk saling berkomunikasi sesama pengguna jalan, tetapi bukan berarti pengendara bisa sesuka hati membunyikan klakson karena ada etika tidak tertulis yang sepatutnya diketahui tiap pengguna kendaraan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  11:31 WIB
Fungsi klakson sangat vital bagi sebuah kendaraan. Tanpa klakson, motor memang masih bisa dikendarai, tapi ingat potensi terjadinya kecelakaan seperti tabrakan akan semakin besar.  - Suzuki
Fungsi klakson sangat vital bagi sebuah kendaraan. Tanpa klakson, motor memang masih bisa dikendarai, tapi ingat potensi terjadinya kecelakaan seperti tabrakan akan semakin besar. - Suzuki

Bisnis.com, JAKARTA – Klakson merupakan alat untuk saling berkomunikasi sesama pengguna jalan, tetapi bukan berarti pengendara bisa sesuka hati membunyikan klakson karena ada etika tidak tertulis yang sepatutnya diketahui tiap pengguna kendaraan.

Bunyi klakson juga diatur dalam aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan dan dipatuhi oleh para produsen kendaraan. Artinya, selain tidak boleh membunyikan secara sembarangan, klakson juga tak boleh sembarangan diganti.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55/2012 Pasal 69 disebutkan bahwa kekuatan bunyi klakson paling rendah 83 desibel dan tertinggi 118 desibel. Hal ini agar tidak menimbulkan polusi suara dan dapat diterima dengan bagus oleh indera dengar manusia,

Selain itu, membunyikan klakson tidak bisa sesuka hati. Contoh penggunaan klakson yang tepat adalah saat ada motor lain yang sedang melaju dan tiba-tiba pindah jalur ke jalur Anda, atau ketika ingin melintasi sebuah persimpangan jalan dengan visual terbatas.

“Di waktu-waktu seperti disebutkan itulah, klakson punya tugas untuk paling tidak memberi tahu pada pengguna jalan lain tentang keberadaan kendaraan yang sedang Anda kendarai,” tulis keterangan Suzuki dikutip dari laman resminya.

Tak cuma itu, bunyi klakson juga memiliki arti. Misalnya, membunyikan sekali dianggap sebuah sapaan, dua kali diartikan panggilan atau minta perhatian serta bisa juga sebuah ucapan terima kasih ketika menyalip kendaraan lain.

Penggunaan klakson yang salah berisiko memancing emosi pengendara lain. Salah satunya adalah membunyikan klakson dalam waktu yang lama tanpa putus.

Pasalnya, karena tidak cuma berisik, pengendara lain yang ada di sekitar dipastikan tidak akan senang diperlakukan seperti itu. Hasilnya risiko terjadi keributan di jalan raya menjadi lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor onderdil Tip Merawat Sepeda Motor
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top