Mobil Hatchback Diduga Terdesak LCGC

Penurunan penjualan hatchback selama 5 tahun terakhir diduga karena kehadiran low cost green car (LCGC). Sedan buntung terakhir menikmati masa jaya pada 2012 ketika berhasil terjual 73.196 unit.
Thomas Mola | 25 September 2018 15:19 WIB
Kia Picanto. - Kia

Bisnis.com, JAKARTA--Penurunan penjualan hatchback selama 5 tahun terakhir diduga karena kehadiran low cost green car (LCGC). Sedan buntung terakhir menikmati masa jaya pada 2012 ketika berhasil terjual 73.196 unit.

Sejak itu, hatchback terus mencatatkan penurunan penjualan cukup dalam. Pada 2017 misalnya, mobil hatchback terjual sebanyak 33.858 unit saja.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, kemungkinan besar penurunan hatchback dipengaruhi oleh kehadiran LCGC yang lebih terjangkau dan menawarkan banyak pilihan tipe model kendaraan.

"Kemungkinan besar iya, karena harga LCGC kan memang sangat terjangkau. Modelnya juga bagus-bagus, konsumsi BBM juga irit jadi banyak yang beralih ke LCGC," tulisnya kepada Bisnis, Selasa (25/9/2018).

Adapun, LCGC pertama kali diperkenalkan pada akhir 2012 dan menjadi salah satu kendaraaan pilihan konsumen Indonesia sejak 2013. Segmen kendaraan ramah lingkungan dan harga terjangkau ini terus memperbesar pangsa pasarnya pada kisaran 20%.

Pada Agustus 2018, LCGC sedikit mengalami tekanan yang ditandai penurunan pangsa pasar penjualan retail menjadi 19,6%. Pengiriman ke dealer (wholesales) dan penjualan retail juga anjlok masing-masing 5,3% dan 5% pada 8 bulan pertama tahun ini.

Kinerja produksi LCGC juga sedikit melambat dengan tumbuh hanya 2% pada Agustus 2018. Padahal, produksi kendaraan nasional hingga Agustus telah tumbuh 9,9%.

Tag : Mobil LCGC, Mobil Hatchback
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top