Pasar Mobil Hatchback, Suzuki Indomobil Kaji Masukkan Swift Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih mengkaji untuk memboyong Swift generasi terbaru ke Indonesia. Perusahaan belum mau berkomentar banyak, meskipun mobil hachback tersebut sudah banyak mengisi pasar negara lain.
Muhammad Khadafi | 16 April 2018 10:55 WIB
Suzuki Swift 2018. - globalsuzuki.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih mengkaji untuk memboyong Swift generasi terbaru ke Indonesia. Perusahaan belum mau berkomentar banyak, meskipun mobil hachback tersebut sudah banyak mengisi pasar negara lain.

Head Of 4W Brand Development & Marketing Research SIS Harold Donnel mengatakan saat ini perusahaan punya mainan baru di kelas hatchback. Sejak medio 2017 SIS mengimpor secara utuh atau completely built up (CBU) Baleno Hatchback. Di sisi lain perusahaan menghentikan penjualan Swift sejak Maret 2017.

“Pengembangan Baleno memang lebih didahulukan secara global. Selain itu new feel juga lebih dapat dengan Baleno,” katanya kepada Bisnis, Ahad (15/2018).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Baleno saat ini menguasai 19,85% pasar sedan buntung. Sebagai pemain baru, mobil ini sudah menancapkan kaki di urutan ketiga di kelasnya.

Harold mengatakan Baleno Hatchback adalah satu senjata utama untuk mengincar kaum muda di Indonesia. Berdasarkan riset internal perusahaan, konsumen Suzuki berusia di atas 35 tahun. Padahal berdasarkan data sensus penduduk tahun 2015, Indonesia tengah mengalami lonjakan penduduk berusia 18—35 tahun.

Baleno sendiri sebenarnya bukan nama asing bagi dunia otomotif Indonesia. Baleno telah menjadi bagian sejarah perkembangan sedan kecil sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1996 di Tanah Air.

Versi hatchback atau sedan buntung diluncurkan Suzuki, karena melihat tren pasar. Harold menjelaskan bahwa pada periode 1990 hingga awal 2000 sedan menjadi pilihan eksekutif muda. Kesuksesan anak muda diukur berdasarkan kepemilikan jenis mobil itu.

Transformasi sedan menjadi sedang buntung dimulai sekitar 2004—2005. Perubahan ini seiring dengan kepadatan jalan di kota besar. Sedan buntung memiliki radius putar lebih baik dibandingkan dengan sedan yang memiliki bodi panjang.

 

Suzuki Motor Corporation (SMC) pekan lalu mulai ekspor Swift baru. Mobil tersebut diproduksi oleh Suzuki Motor Gujarat Private Limited (SMG), 100% anak perusahaan SMC untuk merakit mobil di India. Swfit anyar dikirim dari Pelabuhan Mumbai ke Afrika Selatan, dengan Maruti Suzuki sebagai eksportir.

Ekspor kendaraan dari India berkembang ke lebih dari 100 negara dan wilayah termasuk Eropa, Jepang, Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Pada tahun fiskal 2017, total ekspor Maruti Suzuki mencapai 126.000 unitt, atau naik 2%. Swift merupakan model SMG pertama yang dikapalkan ke luar negara India.

Sementara itu sepanjang tahun lalu, Indonesia telah mengimpor model Baleno Hatchback dari India sedikitnya 2.548 unit, sedangkan Swift tercatat hanya 92 unit. Segmen sedan buntung ini memang tergolong kecil di Indonesia. Namun, pasarnya masih bertahan dengan komposisi 2,7% dari capaian domestik pada dua bulan pertama tahun ini.

KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top