Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daimler Siap Boyong Prototipe Bus Listrik

Daimler masih mempertimbangkan banyak hal untuk memboyong bus listrik ke Tanah Air, terutama berkaitan infrastruktur pengisian daya bus dan truk masih minim.
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 28 September 2022  |  07:40 WIB
Daimler Siap Boyong Prototipe Bus Listrik
Mercedes Benz eActros dan eEconic. - DAIMLER
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) sebagai perusahaan distribusi kendaraan komersial Mercedes-Benz, berencana untuk memboyong prototipe unit bus listriknya ke Indonesia pada kuartal I/2023 mendatang.

President Director PT DCVI, Naeem Hassim mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum pihaknya membawa prototipe bus listrik Mercedes-Benz ke Tanah Air, salah satunya yakni ketersediaan infrastruktur.

"Kami mau bawa prototipe bus listrik ke Indonesia, namun tentu harus mempertimbangkan infrastrukturnya. Contohnya, sekarang ini di mana stasiun pengisian daya untuk bus dan truk?" ujar Naeem kepada wartawan pada acara Media Luncheon di Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, (27/9/2022).

Sebelumnya, beredar informasi bahwa DCVI berencana untuk membawa prototipe bus listriknya pada akhir  2022 ini. Akan tetapi, Naeem menjelaskan bahwa pihaknya masih membutuhkan masukan dari para stakeholders terkait, serta melakukan riset pasar di Indonesia.

"Perusahaan kami tidak hanya menyediakan produknya begitu saja, kami perlu mendapatkan masukan-masukan dari para stakeholders dan bertanya kepada konsumen di Indonesia tentang apa yang mereka butuhkan," ucap Naeem.

Selain mempertimbangkan infrastruktur, DCVI juga berkomitmen untuk menyediakan layanan konsultasi kepada konsumen. Mereka tidak ingin ketika produknya sudah dijual tetapi malah tidak bisa digunakan dengan maksimal oleh para konsumennya.

"Kami juga harus menyediakan layanan konsultasi dan purnajual, karena kalau tidak, begitu konsumen dapat produknya besok, tapi tidak bisa charger, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya terhadap produk itu, dan mereka tidak tahu di mana servis kendaraannya," sambungnya.

Oleh karena itu, pihak DCVI mendorong pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan infrastruktur untuk kendaraan listrik sebaik mungkin, agar selaras dengan regulasi yang telah dikeluarkan. Sebab menurut dia, Indonesia memiliki pasar yang bagus untuk kendaraan listrik (EV).

Adapun DCVI mencatat kinerja penjualan yang positif untuk pasar ritel kendaraan niaga dengan bobot di atas 10 ton hingga Agustus 2022 ini. Untuk model Mercedes-Benz Axor, volume penjualan tumbuh sebesar 101 persen secara year on year (yoy) per Agustus tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, penjualan model Mercedes-Benz Actros meningkat 187 persen dan MB Bus 84 persen dibanding tahun lalu. Secara kumulatif, total penjualan retail untuk truk dan bus Mercedes-Benz hingga Agustus 2022 mencapai 1.676 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Daimler AG daimler PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia truk bus Bus Listrik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top