Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejolak Sawit, Penjualan Mitsubishi Fuso Tetap Moncer

Penjualan mobil niaga untuk perkebunan sawit menyumbang setidaknya 30 persen dari total penjualan kendaraan niaga Fuso.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  19:35 WIB
Gejolak Sawit, Penjualan Mitsubishi Fuso Tetap Moncer
President Director PT KTB Nobukazu Tanaka (tengah) bersama Marketing Director PT KTB Duljatmono (kiri), dan General Manager Product Bayu Aprizal (kanan) usai Media Q&A di booth Mitsubishi di GIIAS 2022, Selasa (16/8/2022) - Bisnis/Annasa Rizki Kamalina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengungkapkan dengan adanya masalah minyak goreng yang berdampak pada sektor perkebunan sawit tidak memberikan efek terhadap penjualan mobil niaga milik Mitsubishi Fuso.

Marketing Director PT KTB Duljatmono mengatakan meski terjadi masalah pada ranah perkebunan sawit dan crude palm oil (CPO), permintaan terhadap mobil niaga tersebut masih terbilang baik.

“Demand sawit itu kan bukan lokal saja, ada ekspor dan sebagainya, pada waktu ada penghentian ekspor sejenak, demand domestik masih cukup baik, sekarang sudah di lepas lagi ekspornya, [pejualan mobil] untuk sektor sawit itu demandnya masih cukup baik sekarang,” ujarnya dalam Media Q&A di booth KTB ICE BSD, Selasa (16/8/2022).

Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang 2022 hingga Juli, Mitsubishi Fuso telah memproduksi 20.374 completely built up (CBU) unit atau menyumbang 2,6 persen dari total produksi seluruh kendaraan.

Sementara untuk penjualan ritel, Mitsubishi Fuso berhasil menjual 20.556 unit sepanjang 2022 hingga Juli, atau naik 26,1 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan total penjualan tersebut, Mitsubishi Fuso menempati urutan keenam penjualan ritel tertinggi dari keseluruhan jenis kendaraan mobil dengan kontribusi 3,8 persen dari total.

Lebih lanjut, Duljatmono menyampaikan bahwa penjualan mobil niaga untuk perkebunan sawit menyumbang setidaknya 30 persen dari total penjualan.

“Kalau bicara penjualan ada untuk tambang, logistik, perkebunan, sawit ini menyumbang 29-30 persen,” jelasnya.

Pada sisa tahun ini, KTB optimis penjualan dapat terus tumbuh setidaknya sama dengan penjualan pada periode Januari-Juli 2022 sebesar 26,1 persen.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top