Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kongsi Pertamina, Gojek, Gesits,TOBA Bakal Produksi 5.000 Unit Motor Listrik

Kerja sama pengembangan ekosistem motor listrik ini dilakukan oleh konsorsium antara PT Pertamina (Persero), PT TBS Energi Utama Tbk, Gojek, Gesits, Gogoro, dan Electrum. Dalam tahap awal, 250 unit motor Gogoro dan 250 unit motor Gesits dijadikan sebagai pilot project.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  18:47 WIB
Tangkapan layar seremoni kerja sama Pertamina, Gojek, Gesits, TOBA - Khadijah Shanaz
Tangkapan layar seremoni kerja sama Pertamina, Gojek, Gesits, TOBA - Khadijah Shanaz

Bisnis.com, JAKARTA - Konsorsium pengembangan sepeda motor listrik dalam negeri menargetkan produksi kendaraan listrik hingga 5.000 unit pada 2023.

Kerja sama pengembangan ekosistem motor listrik ini dilakukan oleh konsorsium antara PT Pertamina (Persero), PT TBS Energi Utama Tbk, Gojek, Gesits, Gogoro, dan Electrum. Dalam tahap awal, 250 unit motor Gogoro dan 250 unit motor Gesits dijadikan sebagai pilot project.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menerangkan bahwa target yang disepakati cukup agresif untuk pengembangan motor listrik. Target ini dicapai dengan menempuh kolaborasi bersama seluruh stakeholder.

"Target [produksi] kita tingkatkan tahun depan menjadi 5.000 unit. Karena targetnya cukup agresif karena ini merupakan komitmen bersama," katanya saat konferensi pers ujicoba ekosistem motor listrik, Selasa (22/2/2022).

Uji coba ini kata Nicke akan berjalan masif dengan menerjunkan 500 unit motor listrik buatan Gogoro dari Taiwan dan Gesits dari hasil produksi lokal. Nantinya produksi kendaraan listrik ini sepenuhnya dilakukan di dalam negeri.

Dia mengakui ujicoba ini berjalan cukup mudah melalui kerja sama dengan Gojek. Dari penggunaan ini, mitra maupun konsumen dapat sama-sama memberikan masukan atau respons dari penggunaan motor listrik ini.

CEO Gojek Kevin Aluwi menerangkan bahwa selama ini pihaknya telah mendapat berbagai respons positif baik dari konsumen maupun mitra driver. Umumnya driver menyambut baik kendaraan ini karena memberikan efisiensi pada biaya operasional.

"Biaya operasional mitra kami turun sekitar 30 persen, di mana per bulan bisa lebih hemat Rp500.000 - Rp700.000. Dari mitra sangat menjanjikan. Dari konsumen banyak yang menunggu menggunakan motor listrik," terangnya.

Presiden Joko Widodo menargetkan sebanyak 2 juta kendaraan listrik bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia pada 2025.

“Kami targetkan pada 2025 sebanyak 2 juta kendaraan listrik bisa digunakan masyarakat Indonesia serta selanjutnya, akan menuju pasar ekspor,” katanya dalam Peluncuran Ekosistem Kendaraan Listrik, dikutip melalui laman Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (22/2/2022)

Dia melanjutkan bahwa Indonesia sangat serius untuk melakukan transformasi menuju energi baru terbarukan, salah satunya dengan menggencarkan ekosistem kendaraan listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gesits Sepeda Motor Listrik Gogoro
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top