Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebab Keracunan Gas CO di Kabin Mobil, dan Begini Cara Mencegahnya

Keracunan gas Carbon Monoksida (CO) bisa terjadi saat pengendara berdiam di dalam mobil berhenti dan bersamaan AC dan mesin mobil dinyalakan. Gas CO merupakan salah satu hasil pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  07:50 WIB
Ilustrasi. Segera keluar dari mobil saat mulai terasa gejala awal seperti tiba-tiba mengantuk, badan lemas, atau pusing padahal kondisi badan sehat. Segera datangi bengkel Auto2000 untuk memastikan kabin mobil aman dari kebocoran. /Antara - Reuters
Ilustrasi. Segera keluar dari mobil saat mulai terasa gejala awal seperti tiba-tiba mengantuk, badan lemas, atau pusing padahal kondisi badan sehat. Segera datangi bengkel Auto2000 untuk memastikan kabin mobil aman dari kebocoran. /Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Keracunan gas Carbon Monoksida (CO) bisa terjadi saat pengendara berdiam di dalam mobil berhenti dan bersamaan AC dan mesin mobil dinyalakan. Gas CO merupakan salah satu hasil pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot. Masalahnya, gas CO tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau.

Sementara gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada dan seperti berhalusinasi. Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.

Karena ciri-cirinya tersamarkan, begitu sadar akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil.

Ada beberapa prakondisi yang membuat gas sisa pembakaran mesin mobil bisa masuk ke dalam kabin mobil, seperti dikutip dari publikasi Auto200, Kamis (30/7/2020)

Berikut beberapa di antaranya:

1. Knalpot Bocor

Pipa knalpot diarahkan ke belakang mobil untuk memastikan gas buang tidak keluar di bawah dek dan masuk ke dalam kabin. Karena karat, pipa knalpot bisa bocor di tengah dan menyebabkan gas buang keluar di bawah dek mobil. Gas buang yang terakumulasi bisa menyusup masuk ke dalam kabin.

2. Sistem AC Rusak

Ada komponen sistem pendingin ruang yang bekerja di luar kabin mobil, seperti kompresor dan tabung ekspansi yang diletakkan di ruang mesin. Karena minim perawatan, ada potensi terjadi kebocoran pada salurannya, terutama selang AC dan jalur di firewall.

3. Karat di Bodi Mobil

Karat punya potensi untuk timbul di bodi mobil, terutama di dek bawah tempat bersarangnya kotoran. Jika tidak diatasi, karat akan menyebabkan bodi mobil berlubang dan membuka jalur masuknya gas buang mobil. Karet bodi mobil yang sudah getas juga bisa menjadi akses masuknya gas buang.

Ada beberapa hal yang wajib lakukan untuk mencegah keracunan gas CO di dalam kabin mobil.

1. Jangan berdiam di dalam kabin mobil dalam jangka waktu lama saat mobil berhenti. Padahal di saat bersamaan, mesin mobil dan AC tetap nyala. Semakin buruk ketika parkir di dalam gedung parkir, garasi, atau ruang tertutup lainnya.

2. Jika terpaksa tinggal di dalam mobil, buka sedikit kaca samping untuk membantu sirkulasi udara luar. Tapi solusi ini tidak dianjurkan karena risiko keracunan tetap tinggi, apalagi kalau membawa anak kecil atau lansia.

3. Segera keluar dari mobil saat mulai terasa gejala awal seperti tiba-tiba mengantuk, badan lemas, atau pusing padahal kondisi badan sehat. Segera datangi bengkel Auto2000 untuk memastikan kabin mobil aman dari kebocoran.

4. Rutin servis berkala menjadi kunci utama mencegah keracunan gas CO di dalam kabin mobil. Ketika servis berkala, seluruh komponen mobil diperiksa, termasuk potensi kebocoran di sistem AC, kabin mobil, dan mesin beserta saluran gas buang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

auto2000 ac mobil Tip Merawat Mobil
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top