Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agus Gumiwang Tegaskan Impor Truk Bekas Tak Akan Terjadi

Impor truk seken tak akan dilakukan bila kebutuhan kendaraan niaga dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri untuk membuka peluang bagi penghiliran manufaktur.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  11:42 WIB
Menteri PerindustrianAgus Gumiwang Kartasasmitamemberikan sambutan dalam seremoni pembukaanGaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2020 di Jakarta, Kamis (5/3 - 2020).
Menteri PerindustrianAgus Gumiwang Kartasasmitamemberikan sambutan dalam seremoni pembukaanGaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2020 di Jakarta, Kamis (5/3 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri otomotif nampaknya bisa bernafas lega lantaran isu terkait impor truk bekas dipastikan tidak bakal terealisasi di Indonesia. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku mengetahui hal itu menjadi kekhawatiran bagi industri otomotif, khususnya yang begerak di segmen komersial atau kendaraan niaga. Terkait hal itu, dia menegaskan komitmennya agar izin impor dan operasi truk bekas yang diimpor tidak akan terealisasi.

"Saya ingin sampaikan di Kemenperin hal itu tidak akan terjadi," tegasnya di sela-sela seremoni pembukaan Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menperin mengaku peluang impor truk bekas memang masih terbuka. Namun, dia menegaskan bahwa impor truk seken itu hanya dimungkinkan untuk produk yang tak bisa diproduksi di dalam negeri.

Agus mengatakan bila kebutuhan kendaraan niaga dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri, maka hal itu tak akan terjadi. Kebijakan itu, jelas dia, harus diambil untuk membuka peluang bagi pengembangan industri otomotif nasional dan penghiliran manufaktur secara umum.

"Misalnya, kendaraan tertentu untuk pertambangan. Jangan khawatir, saya akan bersama untuk memastikan, khususnya otomotif,  impor truk bekas tidak akan dapat izin," ujarnya.

Menperin menambahkan pada pekan depan Kemenperin akan mengundang Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam sebuah rapat. Pertemuan itu diharapkan menjadi ajang untuk mendengarkan masukan dari asosiasi terkait kebutuhan industri yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Adapun, Giicomvec 2020 bakal dihelat selama empat hari yaitu pada 5 - 8 Maret di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Sejumlah produk baru di segmen kendaraan niaga bakal diluncurkan pada pameran ini.

Kegiatan ini diikuti puluhan agen pemegang merek (APM) yang terdaftar, antara lain Daihatsu, DFSK, Hino, Izuzu, Suzuki, dan Toyota. Sementara itu, industri pendukung yang sudah terdaftar, antara lain Adi Putro dari industri karoseri, Alcoa Wheels, Aspira, Astra Otoparts, Blackvue, BRQ, dan Himawan Putra.

Pameran kendaraan niaga itu juga menyediakan area khusus untuk melihat langsung kemampuan berbagai kendaraan komersial dan fitur teknologi yang dipamerkan, yakni Demo Area.

Pada Giicomvec 2020, pengguna kendaraan komersial dapat melengkapi kebutuhan terkait suku cadang, aksesoris, fitur teknologi, dan perlengkapan lainnya dari Alcoa Wheels, Aspira, Blackvue, BRQ, GS Astra, Himawan Putra, Incoe, Indoprima, MRF Tyres, PanaOil, Regency, Techindotama, Topy, Trubo Engineering, Wintor, dan masih banyak lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif truk kendaraan niaga kendaraan komersial Giicomvec 2018
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top