Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TMMIN Tekankan 4 Pilar Pengembangan Mobil Listrik

Sebagai salah satu pabrikan otomotif, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberikan perhatian khusus pada pengembangan mobil listrik. Untuk memproduksi mobil listrik, TMMIN memberi penekanan pada empat pilar utama.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 10 Juli 2018  |  14:30 WIB
TMMIN Tekankan 4 Pilar Pengembangan Mobil Listrik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) berpose bersama Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono saat acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai salah satu pabrikan otomotif, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberikan perhatian khusus pada pengembangan mobil listrik. Untuk memproduksi mobil listrik, TMMIN memberi penekanan pada empat pilar utama.

"Pertama, customer. Electric vehicle [EV], type of HEV [hybrid electric vehicle] ditentukan oleh custumer. Customer is the king," ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada diskusi terbatas Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik yang diselenggarakan Bisnis.com, di Jakarta, Selasa (10/07/2018).

Kedua, jelasnya, kesiapan regulasi sehingga harga dan level servis yang diberikan kepada EV sama dengan kendaraan konvensional.

Ketiga, tambah Warih, kesiapan infrastruktur pendukung khususnya pengisian daya listrik. Negara seperti Kanada, jelasnya, melakukan investasi besar untuk membangun infrastruktur guna menarik minat masyarakat menggunakan kendaraan dengan zero emisi.

"Norwegia adalah contoh negara paling sukses sekitar 40% [EV], step by step melakukan investasi," tambahnya.

Terakhir, tambah Warih, ialah pentingnya Indonesia menjadi bagian dari mata rantai dunia (global supply chain) sehingga perlu melakukan lokalisasi baterai.

Dia menjelaskan baterai kendaraan listrik terdiri dari banyak komponen sehingga jika Indonesia bisa memanfaat sumber lokal seperti nikel untuk salah satu satu bagian baterai, maka Indonesia bisa berperan dalam mata rantai global baterai listrik.

"Kalau bisa memproduksi anoda dan katoda maka kita bisa berperan dalam global supply chain di dunia," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Motor Listrik Sepeda Motor Listrik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top