Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ROADMAP KENDARAAN LISTRIK : Konduktornya Harus Presiden

Presiden Joko Widodo diminta untuk menjadi konduktor untuk menangani proyek kendaraan listrik. Pasalnya, kebijakan terkait kendaraan listrik mencakup lintas kementerian dan penting untuk ketahanan energi nasional.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 10 Juli 2018  |  14:47 WIB
ROADMAP KENDARAAN LISTRIK : Konduktornya Harus Presiden
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo diminta untuk menjadi konduktor untuk menangani proyek kendaraan listrik. Pasalnya, kebijakan terkait kendaraan listrik mencakup lintas kementerian dan penting untuk ketahanan energi nasional.

Hal itu disampikan Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri pada diskusi Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik yang diselenggarakan Bisnis.com, Selasa (10/07/2018) di Jakarta. Menurutnya, kebijakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) harus komprehensif karena menjadi pilihan di masa depan.

"Konduktornya harus Presiden, enggak bisa Menperin, juga bukan Pak Jonan [Menteri ESDM], mengurusin industri mobil karena konduktor tidak berperan. KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi] juga ngurusin mobil listrik karena konduktor tidak bekerja," ujarnya.

Seperti diketahui, kebijakan terkait kendaran listrik yang direncanakan dalam bentuk peraturan presiden (perpres) hingga memasuki awal paruh kedua tahun ini belum dirilis. Padahal ketetapan tersebut telah disiapkan sejak tahun lalu.

Hal itu ditengarai disebabkan melibatkan banyak kementerian mulai dari Kementerian Perindustrian dari sisi manufaktur, Kementerian ESDM dari sisi ketersediaan energi, Kemeterian Perhubungan dari sisi lalu lintas, Kementerian Lingkungan Hidup dari sisi limbah, hingga Kementerian Risetdikti untuk pengembangan kendaraan listrik.

Faisal menuturkan terdapat kajian yang memperkirakan penjualan kendaraan listrik  secara global pada 2040 akan melampaui penjualan kendaraan konvensional. Untuk itu, arah kebijakan kendaraan listrik harus sejalan dengan kebijakan energi termasuk kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

"Akselerasinya bertolak belakang dengan EV yang naik tajam, kendaraan konvensional turun, 2040 bahkan bisa jadi lebih cepat,  penjualan EV lebih tinggi dari konvensional," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Bus Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top