APM Khawatirkan Peningkatan Suku Bunga Kredit Tekan Penjualan Ritel

Para agen pemegang merek mengkhawatirkan penjualan ritel kendaraan niaganya akan terpengaruh jika bunga kredit kendaraan bermotor mobil niaga mengalami peningkatan ketika Bank Indonesia menaikan suku bunga acuannya.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 28 Juni 2018  |  03:00 WIB
APM Khawatirkan Peningkatan Suku Bunga Kredit Tekan Penjualan Ritel
Mitsubishi Fuso Fighter. - Bisnis.com/Yudi Supriyanto

Bisnis.com, JAKARTA—Para agen pemegang merek mengkhawatirkan penjualan ritel kendaraan niaganya akan terpengaruh jika bunga kredit kendaraan bermotor mobil niaga mengalami peningkatan ketika Bank Indonesia menaikan suku bunga acuannya.

Duljatmono, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, mengungkapkan, seluruh jenis konsumen knendaraan niaga, baik individu, fleet, dan perusahaan akan terpengaruh jika suku bunga pinjaman kendaraan mengalami kenaikan.

“Kita perlu cermati suku bunga, dari sektor [Infrastruktur, komoditas, perkebunan] oke. Dari sisi ekonomi, kita perlu mengamati terus perkembangannya,” kata Duljatmono kepada Bisnis.

Dia menjelaskan, kendaraan niaga atau komersial merupakan kendaraan yang dijadikan sebagai alat produksi. Tidak hanya itu, mayoritas pembelian kendaraan niaga atau hampir 90% melalui pembiayaan atau leasing.

Oleh karena itu, lanjutnya, penjualan kendaraan niaga akan terpengaruh jika bunga pinjaman perbankan atau kredit kendaraan niaga mengalami kenaikan.

Jika pertumbuhan penjualan kendaraan niaga berada pada kisaran 10%, dia mengumpamakan, pertumbuhan penjualan kendaraan tersebut akan berada di bawah h 10% dengan adanya peningkatan suku bunga kredit kendaraan bermotor mobil.

Dia berharap, penjualan ritel kendaraan niaga dapat tetap baik atau mengalami peningkatan pada semester kedua tahun ini dengan beberapa faktor seperti pembangunan infrastruktur dan pertambangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kendaraan Niaga, Kredit Pemilikan Mobil

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top