Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapan Pasar Mobil Indonesia Tembus 2 Juta Unit, Produksi Susul Thailand?

Penggunaan material dan komponen lokal secara masif merupakan kekuatan Thailand unggul dalam produksi mobil di regional.
Ilustrasi produksi mobil/JIBI
Ilustrasi produksi mobil/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menyebut Indonesia harus memperkuat dari sisi pasokan untuk mengoptimalkan pasar otomotif domestik.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan Indonesia bisa menengok Thailand yang memiliki bisnis pasokan cukup kuat. 'Negeri Gajah Putih' itu disebut sudah mengolah bahan mentah sampai komponen secara lokal.

“Misalnya industri komponennya, jangan hanya puas untuk menjadi pemasok industri kendaraan bermotor di Indonesia, harus menjadi main global,” tuturnya dalam Podcast Factory Hub Bisnis Indonesia.

Sebagai contoh, Indonesia masih harus mengimpor bahan material baja yang digunakan untuk memproduksi mobil. Hal ini lantaran pasokan baja masih belum bisa dipenuhi oleh produsen lokal.

Sementara pemenuhan baja secara lokal masih dinilai sulit lantaran harganya yang terlalu mahal dan volume pasokannya terlalu kecil.

“Jadi kita sudah ekspor ke hampir 100 negara, dan komponennya harus juga harus ngikutin. Jadi kalau itu tumbuh bareng, maka kemudian ekosistem kita juga akan tumbuh bersama,” katanya.

Di satu sisi, masih ada pekerjaan rumah untuk membawa pasar otomotif domestik mencapai 2 juta unit pada 2030. Salah satunya adalah menumbuhkan daya beli dari masyarakat Indonesia.

Dia juga berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai kisaran 7-8% sehingga daya beli juga kian meningkat, dan konsumen mencari mobil yang lebih baik.

“Kalau bisa sih kita membuat atau memproduksi mobil yang bukan hanya laku di domestik, tapi laku untuk ekspor,” ujarnya.

Pasar 2024 terbilang cukup menantang seiring adanya tingginya suku bunga dan ketatnya penyaluran kredit dari lembaga pembiayaan. Namun selama masih dapat terjaga, maka target penjualan 1,1 juta unit masih bisa tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler