Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Persaingan Mobil Listrik Terlaris, BYD Bisa Salip Tesla

Pada 2022, BYD berhasil menjual 911.410 unit mobil listrik murni, meningkat 184 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 06 Januari 2023  |  20:55 WIB
Persaingan Mobil Listrik Terlaris, BYD Bisa Salip Tesla
BYD. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen mobil listrik China, BYD telah menerbitkan laporan hasil penjualan sepanjang 2022, dan dengan cepat jumlahnya hampir mendekati Tesla sebagai produsen dan penjual mobil listrik atau electric vehicle (EV) terbesar di dunia.

Tahun lalu, BYD menjual 911.410 unit mobil listrik murni atau BEV, meningkat 184 persen dari tahun sebelumnya. Jika memperhitungkan dengan semua kendaraan hibrida plug-in yang juga dijual BYD, maka mereka berhasil menjual 1.868.543 mobil sepanjang 2022.

Dilansir insidevs.com pada Jumat (6/1/2022), untuk saat ini perusahaan mobil Elon Musk masih memegang mahkota sebagai produsen kendaraan baterai-listrik terbesar di dunia, Tesla mencetak rekor penjualan sebanyak 1.313.851 unit sepanjang 2022.

Namun, penjualan Tesla 'hanya' tumbuh sebesar 40 persen yoy dibandingkan BYD 184 persen yoy. Jika pabrikan mobil China itu terus menjaga momentum ini, maka akan berpotensi menyalip Tesla sebagai pemimpin mobil listrik pada tahun ini.

Sebagian besar kendaraan yang dijual oleh BYD dihargai antara Rp227,2 juta dan Rp454,7 juta yang membuatnya jauh lebih murah dibanding mobil yang dijual oleh Tesla, serta perusahaan China lainnya seperti Nio dan Xpeng.

Berdasarkan model, BYD Song BEV dan PHEV menjadi tulang punggung penjualan BYD sepanjang 2022 dan menjadikannya sebagai sebagai SUV listrik terlaris di China.

Akan tetapi, pada 2023 ini produsen mobil China harus menghadapi tantangan yang sulit. Pasalnya, pada periode Januari-Februari 2023 Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan bahwa pertumbuhan pengiriman EV di China mungkin melambat menjadi 30 persen pada tahun 2023 akibat Covid-19.

Kendati demikian, BYD secara keseluruhan, tampaknya tengah meningkatkan banyak proyek model baru, atau bahkan merek , serta ekspansi geografis ke negara Eropa dan pasar otomotif besar lainnya di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik BYD Auto Co. Ltd. Tesla Motors
Editor : Muhammad Khadafi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    Terpopuler

    Banner E-paper
    back to top To top