Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berseberangan dengan Uni Eropa, Italia Sebut Larangan Mobil ICE Tak Masuk Akal

Italia mengkritik Uni Eropa yang melarang mobil ICE mulai tahun 2035.
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  16:27 WIB
Berseberangan dengan Uni Eropa, Italia Sebut Larangan Mobil ICE Tak Masuk Akal
Ilustrasi kendaraan listrik. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara di Uni Eropa sepakat untuk melarang penggunaan mobil berbahan bakar fosil (internal combustion engine/ICE) pada 2035 mendatang untuk mengurangi emisi karbon.

Meski demikian, Italia sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa tampaknya berseberangan dengan keputusan tersebut. Menteri Transportasi Italia, Matteo Salvini mengkritik rencana Uni Eropa yang melarang mobil ICE mulai tahun 2035.

"Risikonya adalah fundamentalisme lingkungan semu yang tidak menjaga lingkungan, tetapi justru membuat puluhan ribu pekerja akan kehilangan pekerjaan," ujar Salvini dikutip dari Bloomberg, Kamis, (8/12/2022).

Salvini yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri di kabinet Georgia Meloni itu melontarkan argumen tersebut setelah mengadakan pertemuan dengan mitra Uni Eropa di Brussel, Belgia.

Bloomberg melaporkan, Salvini juga mempersalahkan rencana Uni Eropa untuk memperkenalkan standar emisi Euro 7 pada 2025, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah nitro oksida hingga 25 persen.

Bahkan, menurutnya rencana suntik mati mobil berbahan bakar fosil dan digantikan mobil listrik (electric vehicle/EV) dengan standar emisi Euro 7 disebut tak masuk akal.

"Melarang mobil bensin dan diesel pada tahun 2035 sambil meminta peralihan ke standar Euro 7 pada tahun 2025 tidak masuk akal secara ekonomi, lingkungan, atau sosial," katanya.

Di lain sisi, beberapa wilayah di Eropa menghadapi kemungkinan pemadaman listrik di musim dingin, karena melambungnya harga listrik mencapai titik tertinggi. Hal itu juga menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan jangka panjang dari peralihan penuh ke transportasi EV di Eropa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Swiss sudah mempertimbangkan membatasi penggunaan EV jika pasokan listrik dalam beberapa bulan mendatang tidak dapat dipenuhi, karena kemungkinan dibayangi krisis energi imbas perang antara Rusia dan Ukraina.

Selain Italia, beberapa koalisi negara Uni Eropa lainnya seperti Bulgaria, Portugal, Rumania, dan Slovakia mengusulkan agar keputusan penghentian penjualan mobil bahan bakar fosil ditunda hingga 2040.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Tren Mobil Listrik Insentif Mobil Listrik Transisi Mobil Listrik uni eropa
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top