Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Saingi Tesla, Intip Strategi Bisnis General Motors Raup Cuan

General Motors atau GM menargetkan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebanyak 1 juta unit pada 2025
Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:44 WIB
Ingin Saingi Tesla, Intip Strategi Bisnis General Motors Raup Cuan
The Big Three Amerika Serikat : General Motors (GM), Ford dan Fiat Chrysler Automobiles (FCA). - FOTO ANTARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), General Motors Company atau dikenal GM mengungkapkan strategi bisnisnya dalam menjual kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dengan target penjualan 1 juta unit pada 2025. Bahkan, GM optimis bakal menyaingi Tesla sebagai kompetitor produsen EV papan atas.

Menurut laporan Bloomberg, CEO GM, Mary Barra berencana untuk memberi tahu para investor terkait penjualan EV perusahaannya akan mencapai profitabilitas pada 2025. Setelah bertahun-tahun pengembangan, GM memberi sinyal akhirnya siap mulai memproduksi kendaraan listrik dalam volume yang cukup besar untuk meningkatkan penjualan.

Sebagai informasi, GM telah meningkatkan investasi sebesar US$35 miliar hingga 2025, sebagai upaya untuk bersaing di kancah kendaraan listrik. GM memiliki keunggulan dari segi skala dan keterjangkauan dengan sejumlah model mobil listrik baru yang akan diluncurkan beberapa tahun mendatang.

Rencananya, GM akan meluncurkan segmen pikap Silverado EV 2024, SUV Blazer EV 2024, dan crossover Equinox 2024 dengan prediksi harga sekitar US$35.000 atau setara Rp547 jutaan. Tak hanya itu, GM juga memanfaatkan jaringan pabriknya yang luas dan pemasok yang ada untuk meningkatkan produksi, serta menekan biaya produksi kendaraan listrik.

GM mengatakan bahwa baterai Ultium akan dibuat 60 persen lebih murah daripada baterai Chevy Bolt. Baterai Ultium generasi kedua, yang akan diproduksi dalam beberapa tahun ke depan juga diperkirakan akan turun lagi biayanya sebesar 40 persen.

Selain itu, jalan potensial lain untuk meningkatkan profitabilitas terletak pada pengembangan perangkat lunak GM yang sedang berlangsung, yang mencakup program bantuan pengemudi hands free semi-otonom Super Cruise dan Ultra Cruise yang memberikan kendali otomatis bagi pengemudi.

Kendati demikian, ambisi GM untuk menyaingi Tesla dirasa cukup berat, mengingat GM belum berhasil melampaui 10 persen dari angka penjualan EV Tesla pada tahun lalu. GM hanya mengoleksi penjualan 25.000 unit EV dibandingkan Tesla yang berhasil melego 350.000 unit. Tahun ini, GM juga hanya membukukan penjualan EV sebanyak 44.000 unit.

"GM tidak akan menjual dengan harga Tesla, jadi mungkin mereka tidak akan menyamai keuntungannya," ujar Analis Morningstar Inc, David Whiston dikutip dari Bloomberg, Rabu, (16/11/2022).

Sementara GM mengharapkan penjualan mobil listriknya mulai menghasilkan keuntungan dalam tiga tahun, model BEV masih akan memiliki margin yang lebih rendah daripada kendaraan pembakaran internalnya (internal combustion engine/ICE). Tingginya biaya produksi EV yang mencakup teknologi dan bahan baku, membuat penjualan model ICE milik GM akan terus mendanai pengembangan EV untuk saat ini.

"Tapi mereka harus bisa menunjukkan margin yang bagus. Jika Tesla bisa melakukannya, tidak ada alasan GM, Ford, dan lainnya tidak bisa melakukannya. Mereka berada tepat di belakang jajaran produk dan manufaktur," tukas Whiston.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

general motors pt general motors indonesia general motors co Tesla Motors tesla Mobil Listrik listrik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top