Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Penjualan Mei Amblas, Honda (AHM) Optimistis Kinerja Semester I/2022 Tetap Tumbuh

Astra Honda Motor (AHM) optimistis penjualan pada paruh pertama tahun ini tumbuh, meskipun diadang berbagai kendala seperti kenaikan harga bahan baku dan bertambahnya pajak pertambahan nilai (PPN).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  18:45 WIB
Meski Penjualan Mei Amblas, Honda (AHM) Optimistis Kinerja Semester I/2022 Tetap Tumbuh
Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Markus Budiman (kanan) didampingi General Manager Corporate Communication Ahmad Muhibbuddin (kedua kanan) dan Head of AHM plant Sunter Muhamad Dadan P.W (kiri) berdiskusi dengan peserta AHM Best Student di sela-sela kunjungan pabrik di Jakarta, Rabu (1/08). - JIBI/Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin mengatakan bahwa secara keseluruhan permintaan sepeda motor pada semester I/2022 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut bisa dilihat pada empat bulan pertama.

“Sayangnya, ada kendala pasokan semikonduktor yang dampaknya mulai terlihat pada produksi dan distribusi sepeda motor pada Mei,” katanya saat dihubungi, Kamis (7/7/2022).

Muhib menjelaskan bahwa di saat yang sama, pelaku industri sepeda motor juga diadang berbagai kendala seperti kenaikan harga bahan baku dan bertambahnya pajak pertambahan nilai (PPN).

Menurutnya, ini menjadi tantangan. Produsen diminta untuk lebih efektif dan efisien dalam mengatur operasional, pengadaan bahan baku, dan ekspektasi serta permintaan konsumen.

“Mudah-mudahan memasuki awal semester II/2022 ini problem pasokan semikonduktor mulai berkurang dan produksi dapat membaik sehingga kebutuhan konsumen bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya perusahaan tengah mencari solusi terkait masalah semikonduktur. Kelangkaan tersebut membuat Honda harus mengeluarkan kebijakan inden seperti pabrikan lainnya.

“Harapannya segera kita bisa kembali penuhi permintaan ke konsumen. Kita harapakan 1 bulan sampai 2 bulan bisa terpenuhi,” katanya.

Penjualan sepeda motor nasional pada Mei anjlok 43,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut masih disebabkan oleh langkanya mikrocip atau semikonduktor.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan domestik pada Mei sebanyak 248.235 unit. Bulan April, realisasinya sebanyak 439.472 sepeda motor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top