Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skuter Ikut Sumbang Defisit Neraca Otomotif, AISI Pastikan Anggotanya Gunakan Komponen Lokal

Dari total impor, produk yang kini tengah ramai membanjir di pasar Indonesia, yakni skuter/mopeds (HS 87141090) merupakan salah satu kontributor terbesar. Kebanyakan produk tersebut berasal dari China dengan total mencapai US$129,3 juta.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  15:04 WIB
Skuter Ikut Sumbang Defisit Neraca Otomotif, AISI Pastikan Anggotanya Gunakan Komponen Lokal
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersiap mengendarai motor listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). - ANTARA FOTO
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Skuter atau mopeds menjadi salah satu kontributor terbesar yang membuat neraca perdagangan otomotif Indonesia defisit. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) pastikan anggotanya gunakan komponen lokal.

“Anggota AISI hanya lima anggota dan kebanyakan principal Jepang,” kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala saat dikonfirmasi, Senin (20/6/2022).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait ekspor dan impor kendaraan bermotor dan bagiannya pada periode Januari-Mei tahun ini terjadi peningkatan nilai impor. Sementara itu, nilai ekspor tetap tumbuh stabil.

Secara keseluruhan, nilai ekspor kendaraan bermotor dan bagiannya mencapai US$3,79 miliar. Sedangkan impor US$3,89 miliar.

Artinya, terjadi defisit neraca perdagangan otomotif sebesar US$95,97 juta selama lima bulan pertama tahun ini. Angka minus terakhir kali terjadi pada 2013, yaitu US$862,4 juta.

Dari total impor, produk yang kini tengah ramai membanjir di pasar Indonesia, yakni skuter/mopeds (HS 87141090) merupakan salah satu kontributor terbesar.

Kebanyakan produk tersebut berasal dari China dengan total mencapai US$129,3 juta. Itulah yang ditegaskan AISI bahwa industri mereka bukan merupakan penyumbang. Kalaupun harus impor dari Negeri Sakura.

“Dan [anggota AISI] sudah menggunakan komponen dalam negeri hampir 92 persen,” jelas Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top