Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Navya Arma Perdana Beroperasi, Mau Diboyong ke IKN. Bagaimana Pedoman Operasi Mobil Otonom?

Kehadiran kendaraan otonom (autonomous vehicle/AV) merupakan upaya untuk menekan kecelakaan jalan raya yang diidentifikasi lebih banyak disebabkan faktor manusia. Sebaliknya, realisasi AV pun di beberapa tempat mendapatkan kenyataan buruk yang memicu kecelakaan serius.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Mei 2022  |  19:31 WIB
Bus listrik mini otonom yang dioperasikan Sinar Mas Land - Jaffry Prabu/Bisnis.com
Bus listrik mini otonom yang dioperasikan Sinar Mas Land - Jaffry Prabu/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana menggunakan sistem kendaraan listrik  otonom (autonomous vehicle/AV) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Secara perdana, bus listrik mini otonom Navya Arma pun dioperasikan oleh Sinar Mas Land di kawasan BSD, Banten. 

Di sisi lain, perkembangan kendaraan otonom terhitung lahir beriringan dengan adopsi teknologi listrik dan penggunaan teknologi internet pada kendaraan. Salah satu negara yang mulai banyak mengoperasikan AV adalah Amerika Serikat.

Di sana, kelahiran AV dirangsang oleh perusahaan teknologi informasi. Sebut saja Google dan Tesla.

Lebih jauh, Amerika Serikat telah membuat pedoman agar transportasi tanpa kendali tersebut tetap aman bagi publik.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang merupakan bagian dari Departemen Perhubungan (Department of Transport/DOT) Amerika Serikat melakukan penelitian terkait kendaraan nirsopir untuk menyelamatkan nyawa, mencegah cedera, dan mengurangi biaya ekonomi dari kecelakaan di jalan raya.

NHTSA memulai dari panduan teknologi kemudi otomatis atau automated vehicle (AV) 2.0 pada 2016. Visi mereka adalah untuk keselamatan.

Dua tahun kemudian atau pada 4 Oktober 2018 sistem tersebut berkembang menjadi AV 3.0. Tujuannya yaitu mempersiapkan masa depan transportasi.

Hal tersebut didasarkan pada DOT yang memberikan panduan bagi negara bagian AS untuk mempertimbangkan pelatihan dan lisensi pengemudi uji. 

Ini juga menawarkan panduan bagi entitas pengujian untuk mempertimbangkan metode keterlibatan pengemudi selama pengujian.

“AV 3.0 menawarkan kepada bangsa kita sebuah rencana untuk memandu pengembangan teknologi baru yang menarik. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam transportasi kendaraan bermotor, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama,” tulis nhtsa.gov sebagaimana dikutip, Sabtu (21/5/2022).

Yang terbaru adalah AV 4.0 yang tujuannya adalah memastikan kepemimpinan AS dan teknologi kendaraan otomatis. Panduan ini diumumkan pada Januari 2020.

“AV 4.0 berupaya memastikan pendekatan Pemerintah AS yang konsisten terhadap teknologi AV, dan merinci otoritas, penelitian, serta investasi yang dilakukan sehingga AS dapat terus memimpin penelitian, pengembangan, dan integrasi teknologi AV,” terang situs NHTSA.

Di sisi lain, kehadiran AV merupakan upaya untuk menekan kecelakaan jalan raya yang diidentifikasi lebih banyak disebabkan faktor manusia. Sebaliknya, realisasi AV pun di beberapa tempat mendapatkan kenyataan buruk yang memicu kecelakaan serius. Siapkah Indonesia menyusun pedoman perlindungan serupa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top