Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Ekonomi Mulai Pulih, Penjualan Motor Hingga April Malah Turun 3,6 Persen

Selama catur wulan pertama tahun ini, total penjualan sepeda motor di dalam negeri yang tercatat AISI, sebesar 1,7 juta unit. Jumlah itu turun 3,6 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 1,76 juta unit.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  09:24 WIB
Sepeda motor - Bisnis.com
Sepeda motor - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA- Penjualan roda dua pada April tahun ini kembali mengalami penurunan. Tren kelesuan pasar domestik itu berlangsung sejak Februari tahun ini.

Berdasarkan data terbaru Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik pada April tahun ini mencapai 439.472 unit, turun 7,06 persen dibandingkan 472.889 unit capaian pada periode sama tahun lalu.

Alhasil, selama catur wulan pertama tahun ini, total penjualan sepeda motor di dalam negeri yang tercatat AISI, sebesar 1,7 juta unit. Jumlah itu turun 3,6 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 1,76 juta unit.

Praktis selama empat bulan pertama tahun ini, kinerja Januari menjadi satu-satunya yang tertinggi dan meraih pertumbuhan year on year (YoY). Selebihnya, kinerja pada Februari, Maret, hingga April mengalami penurunan.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengungkapkan kepada Bisnis, persoalan kinerja penjualan sepeda motor bukan dikarenakan minimnya permintaan. Sebaliknya, kemampuan produksi masing-masing pabrikan mengalami kelesuan seiring kelangkaan cip semikonduktor.

Walaupun produk di pasar dalam negeri dikuasai motor-motor jenis skuter matik, pemanfaatan cip semikonduktor sudah lumayan besar. Kelangkaan cip, singgung Sigit, membuat produksi menjadi loyo.

Kelangkaan cip inipun telah berlangsung selama setahun. Hal serupa juga terjadi pada industri roda empat.

“Sebetulnya permintaan bagus, dari data kami cukup besar. Tapi kami tidak bisa penuhi masalah cip itu sehingga membuat daftar tunggu lebih panjang,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top