Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Honda Indonesia Terdampak Krisis Semikonduktor

PT Honda Prospect Motor menjelaskan akibat krisis semikonduktor bagi produksi mobil Honda di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Agustus 2021  |  12:33 WIB
Honda Indonesia Terdampak Krisis Semikonduktor
Logo Honda di gedung Pabrik Karawang, Jawa Barat. - KEMENPERIN
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan kena dampak dari krisis sip semikonduktor yang melanda dunia. 

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, Yusak Billy mengatakan bahwa saat ini pabrik Honda di Indonesia selalu berusaha untuk memaksimalkan produksi sesuai dengan kondisi-kondisi tersebut.

"Dampak terhadap produksi mobil Honda di Indonesia memang ada. Karena itu, kami terus melakukan monitoring dan berusaha memaksimalkan produksi dengan pasokan komponen yang ada saat ini," kata Billy, mengutip Tempo, Senin, (23/8/2021).

Lebih lanjut, Billy menjelaskan bahwa kondisi pandemi saat ini memang berdampak terhadap jaringan pasokan komponen untuk sebagian produk secara global.

"Kami tetap memastikan pengiriman unit ke konsumen bisa dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya," jelasnya.

Billy juga menjelaskan, dalam situasi pasar yang masih belum stabil seperti saat ini, Honda melakukan penyesuaian produksi untuk menyesuaikan dengan kondisi aktual berdasarkan pasokan komponen maupun permintaan dari konsumen.

Krisis pasokan semikonduktor memaksa sejumlah produsen otomotif global mamangkas produksi di sejumlah negara. Toyota misalnya, memangkas produksi di 15 pabrik yang berada di Jepang dan luar Jepang sepanjang September karena kekurangan pasokan chip semikonduktor. 

Sebelumnya, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) juga menyatakan bahwa mobil impor utuh atau CBU. “Untuk saat ini, kami sudah mengalami dampaknya, terutama untuk mobil yang CBU, sehingga mengalami keterlambatan pasokan untuk sampai di Indonesia,” ujar Deputy Director Sales Operations & Product Management MBDI Kariyanto Hardjosoemarto dalam konferensi pers virtual belum lama ini. 

Kariyanto menuturkan bahwa keterlambatan suplai unit CBU ke Indonesia bisa mencapai 3–4 bulan. Saat ini, pihak Mercedes-Benz Indonesia terus berkoordinasi dengan perusahaan induk untuk memonitor progres keterhambatan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif honda semikonduktor

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top