Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Aquaplaning, Waspadai 4 Masalah Ban Saat Cuaca Ekstrem

Ban sebagai komponen penopang kendaraan perlu didukung dengan daya tahan yang optimal, sehingga mampu untuk memecah genangan air, bekerja stabil saat hujan, dan memberikan kenyamanan berkendara.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  14:05 WIB
Roda mobil.  - Hankook
Roda mobil. - Hankook

Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya curah hujan pada Februari 2021 membuat para pengendara perlu meningkatkan keselamatannya, terlebih saat kendaraan melaju di area banjir atau genangan air.

National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) Hankook Tire Apriyanto Yuwono mengatakan sebagai komponen penunjang kendaraan, ban perlu mendapatkan perhatian khusus pada musim hujan. Pemilihan ban yang tepat menjadi faktor terpenting untuk melintasi berbagai kontur jalan, seperti aspal, tanah, hingga bebatuan.

“Selain aquaplaning, ada risiko lain yang perlu diwaspadai. Terlebih lagi di saat kondisi angin kencang, permukaan jalan lebih licin dan tertutup air bahkan lumpur,” ujar Apriyanto, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, ban sebagai komponen penopang kendaraan perlu didukung dengan daya tahan yang optimal, sehingga mampu untuk memecah genangan air, bekerja stabil saat hujan, dan memberikan kenyamanan berkendara.

Apriyanto menuturkan bahwa ada empat risiko yang patut diwaspadai pengendara agar mampu memaksimalkan mobilitas sehari-hari di tengah musim hujan. Berikut rinciannya:

1. Objek Tersembunyi di Ban

Saat melintasi genangan air, pengendara sulit untuk menghindari objek tersembunyi yang tajam atau cukup keras. Misalnya, objek seperti paku yang menempel di kayu, bongkahan batu, atau semen tajam serta pecahan botol dapat berisiko menembus ban.

“Biasanya mengenai bagian telapak ban dapat mengakibatkan sobek di bagian samping ban [sidewall]. Jika terjadi kerusakan atau sobekan yang cukup besar disarankan ban tersebut untuk segera diganti,” kata Apriyanto.

2. Kerusakan Casing Break Up (Shock CBU)

Kerusakan shock CBU juga berpotensi ketika hujan dan banjir. Ini biasanya diakibatkan oleh ban yang berbenturan dengan jalan rusak dan berlubang. Untuk itu, pengendara perlu menjaga kecepatan mobil dan menjaga jarak aman antarkendaraan,

Dengan berkendara tidak terlalu kencang dapat meminimalisir benturan ke jalan yang rusak. Selain itu, juga menghindari terciptanya ombak air yang dapat membuat air masuk ke dalam mesin, sehingga berpotensi merusak komponen elektrikal kendaraan.

3. Ozone Crack

Ozone crack adalah retakan pada ban karena setelah terendam air serta lumpur, ban terpapar sinar matahari secara terus menerus tanpa dipakai berkendara. Sering terjadi saat mobil disimpan di area terbuka sehingga terkena matahari.

Oleh karena itu, penting untuk selalu mencuci kendaraan serta parkir di tempat yang tak terkena sinar matahari langsung. Pada dasarnya, musim hujan bukan halangan untuk bermobilitas, selama cuaca masih relatif aman untuk berkendara, khususnya di dalam kota.

Salah satu cara untuk mengantisipasi kondisi ini adalah dengan memilih ban yang sesuai demi menunjang performa kendaraan yang lebih maksimal, seperti daya cengkram yang kuat pada jalan basah serta handling yang lebih stabil.

4. Skidding

Skidding atau tergelincir merupakan akibat dari kontrol traksi yang kurang optimal saat berpindah jalur mendadak. Selain dapat diwaspadai dengan mengurangi kecepatan berkendara, pengendara perlu menginjak dan melepaskan rem secara hati-hati agar roda tidak terkunci dan memastikan tekanan udara ban sesuai dengan kebutuhan.

Adapun tekanan udara pada ban yang ideal bagi kendaraan penumpang atau MPV dan LCGC yakni 30-33 psi. Untuk lebih detail, periksa stiker tekanan udara yang tertera pada masing-masing kendaraan.

Apabila tekanan terlalu tinggi akan menimbulkan tekstur ban yang keras akibat udara yang saling berhimpitan, dan ban kehilangan daya serap terhadap getaran. Sementara itu, jika tekanan ban kurang dari kebutuhan ideal akan membuat traksi pada tapak ban tidak berfungsi secara maksimal dalam memecah genangan air.

Sebagai solusi bagi kondisi ini, Hankook mengusung ban Kinergy Eco2 dan Hankook Optimo yang ditujukan untuk mobil modern berukuran kecil, kompak, dan menengah seperti MPV dan LCGC, selaku jenis kendaraan yang mendominasi penjualan di Indonesia.

Kedua seri ban ini dapat mengoptimalkan kenyamanan berkendara karena tingkat kebisingan lebih rendah dan keiritan bahan bakar tanpa mengurangi performa yang prima dalam kondisi basah ataupun kering.

President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin mengatakan selain memilih ban yang menunjang pengalaman berkendara maksimal, masyarakat diharapkan dapat lebih selektif dalam berinvestasi pada ban berkualitas, khususnya di cuaca ekstrem.

“Sehingga kesiapsiagaan musim penghujan dan potensi banjir dapat diimbangi dengan komponen kendaraan yang menjawab kebutuhan berkendara dengan aman dan nyaman,” ujar Yoonsoo Shin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ban Mobil Tip Merawat Mobil
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top