Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Video Kurang Akurat, Rekor Mobil Tercepat SSC Tuatara Dianggap Palsu

Klaim rekor mobil tercepat di dunia yang dipecahkan Shelby Super Cars (SSC) Tuatara menuai kontroversi setelah kesahihan rekor tersebut dipertanyakan banyak pihak.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 02 November 2020  |  15:30 WIB
Tuatara adalah hypercar unik yang lahir dari puncak dari penelitian dan pengembangan selama lebih dari satu dekade untuk menghasilkan kendaraan yang legal di jalan raya dan berperforma tinggi yang mampu memberikan pengalaman berkendara seperti dunia lain. Dipengaruhi oleh aerodinamika dan performa jet tempur, kehadiran Tuatara menginspirasi rasa intensitas dan desain yang sederhana. Profilnya yang mencolok adalah fungsinya yang futuristik, namun abadi dalam bentuknya. foto sscnorthamerica.com
Tuatara adalah hypercar unik yang lahir dari puncak dari penelitian dan pengembangan selama lebih dari satu dekade untuk menghasilkan kendaraan yang legal di jalan raya dan berperforma tinggi yang mampu memberikan pengalaman berkendara seperti dunia lain. Dipengaruhi oleh aerodinamika dan performa jet tempur, kehadiran Tuatara menginspirasi rasa intensitas dan desain yang sederhana. Profilnya yang mencolok adalah fungsinya yang futuristik, namun abadi dalam bentuknya. foto sscnorthamerica.com

Bisnis.com, JAKARTA - Klaim rekor mobil tercepat di dunia yang dipecahkan Shelby Super Cars (SSC) Tuatara menuai kontroversi setelah kesahihan rekor tersebut dipertanyakan banyak pihak.

SSC Tuatara melakukan tes performa sebanyak dua kali pada 10 Oktober di State Route 160, Amerika Serikat. Uji pertama mobil ini mencatatkan 508,73 km/jam, sedangkan tes kedua meraih 532,93 km/jam.

Seperti yang diberitakan Car and Driver, Pendiri SSC Jerod Shelby segera mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas kontroversi tersebut.

"Entah bagaimana, ada campur aduk di sisi pengeditan dan saya menyesal mengakui bahwa tim SSC belum mengecek ulang keakuratan video sebelum dirilis," ujarnya.

SSC menyatakan mereka telah menyelesaikan proses pengaturan rekor pada kecepatan yang dibuktikan. Mereka juga menyatakan memiliki semua dokumentasi yang relevan dari 15 sensor satelit, serta saksi independen. Seluruh bukti itu segera diserahkan ke Guinnes untuk mendapatkan sertifikasi.

"Kabar baiknya, kami berhasil, dan angkanya memang ada di pihak kami. Kabar buruknya, hanya setelah fakta tersebut kami menyadari bahwa penggambaran kecepatan lari, dalam bentuk video, secara substansial tidak benar," kata Shelby.

Shelby mengaku menyesal karena video yang dibagikan kepada publik tidak menggambarkan secara akurat apa yang terjadi pada 10 Oktober.

"Driven Studios memang memiliki rekaman ekstensif dari semua yang terjadi dan bekerja dengan SSC untuk merilis rekaman sebenarnya dalam bentuk paling sederhana. Kami akan membagikannya segera setelah tersedia," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Sport Hypercar
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top