Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Logistik dan Pengiriman Menggeliat, Suzuki Memaksimalkan Pemasaran

Stabilitas jasa logistik dan pengiriman pada masa pandemi Covid-19 muncul sebagai peluang bisnis bagi agen pemegang merek kendaraan niaga untuk terus bertahan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  18:25 WIB
Suzuki New Carry Pick Up hadir dengan desain yang benar-benar baru dan dimensi yang lebih besar dibandingkan versi sebelumnya.  - BISNIS.COM/TOM
Suzuki New Carry Pick Up hadir dengan desain yang benar-benar baru dan dimensi yang lebih besar dibandingkan versi sebelumnya. - BISNIS.COM/TOM

Bisnis.com, JAKARTA – Stabilitas jasa logistik dan pengiriman pada masa pandemi Covid-19 muncul sebagai peluang bisnis bagi agen pemegang merek kendaraan niaga untuk terus bertahan.

Harold Donnel, Head of 4W Brand Development dan Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan segmen kendaraan niaga ringan atau low pickup masih lebih bertahan pada masa pandemi.

“Salah satu strategi kami untuk menangkap peluang ini adalah semakin menggencarkan saluran informasi mengenai sales dan after sales program ke masyarakat,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, beragam program insentif penjualan Suzuki, seperti sales gimmick, kemudahan kredit dari perusahaan pembiayaan, serta fokus penjualan secara daring menjadi sandaran kinerja perusahaan di tengah wabah virus corona.

Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan riset internal Suzuki, segmen logistik dan transportasi, perkebunan serta trading masih mendominasi performa penjualan di segmen kendaraan niaga. Oleh karena itu, Suzuki terus berupaya memaksimalkan penjualan dari Carry Pickup.

Model Suzuki Carry Pick Up memang kerap merajai segmen kendaraan niaga ringan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa model tersebut menguasai 57% pangsa pasar di segmen kendaraan niaga ringan pada 2019.

Sementara itu, industri logistik dan jasa pengiriman diproyeksikan mulai bergerak lebih cepat dua bulan setelah dimulainya adaptasi kebiasaan baru atau sekitar Agustus 2020.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan meski sudah memasuki era new normal, kegiatan logistik belum akan pulih seperti, sebab bisnis logistik telah mengalami penurunan sangat tajam hingga 80% saat masa Covid-19.

“Sejak Januari sudah terasa, bahkan sejak Maret hampir tidak ada aktivitas. Tapi, sekarang mulai bergerak,” ungkapnya dalam pernyataan pers, Selasa (7/7/2020).

Dia menjelaskan saat ini dunia usaha masih berupaya menghabiskan stok yang ada dan tidak terjual selama masa pandemi yang berlangsung 3 sampai dengan 4 bulan terakhir. Demikian juga berbagai sektor usaha yang terkait di dalamnya.

“Barang-barang yang ada di gudang banyak yang tidak bergerak. Kemungkinan kegiatan logistik baru mulai aktif lagi setelah 1-2 bulan penerapan new normal atau sekitar Agustus,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) M Feriadi meminta seluruh anggotanya tetap optimistis dan melakukan kesiapsiagaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

Selain itu, Asperindo juga selalu berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Kominfo, dan para stakeholder pemerintah lainnya.

“Tujuannya agar kami dapat berperan aktif dan ikut berjuang di masa new normal. Kami yakin dan mempersiapkan diri agar industri kami tetap menjadi backbone melawan Covid-19, khususnya di penyediaan layanan pengiriman yang prima,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suzuki Carry Kendaraan Niaga New Normal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top