Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lima Cara Isuzu Astra Perbesar Pangsa Pasar di Masa New Normal

Meski mengalami penurunan secara unit penjualan, Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil memperbesar pangsa pasarnya di tengah tekanan pandemi Covid-19. Apa saja faktor pendorongnya?
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  10:40 WIB
 Mekanik sedang membuka mesin diesel Isuzu di Isuzu Training Center, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/9/17).  - ANTARA
Mekanik sedang membuka mesin diesel Isuzu di Isuzu Training Center, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/9/17). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Meski mengalami penurunan secara unit penjualan, Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil memperbesar pangsa pasarnya di tengah tekanan pandemi Covid-19. Apa saja faktor penyebabnya?

Berdasarkan data PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), penjualan mobil merek Isuzu sepanjang Januari-Mei 2020 mengalami penurunan seiring dengan pelemahan pasar kendaraan niaga secara umum. Akan tetapi, penurunan Isuzu relatif lebih moderat.

Sepanjang lima bulan pertama 2020, pasar kendaraan niaga nasional turun mencapai -37 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebanyak 97.484 unit menjadi hanya 60.963 unit.

Pada saat yang bersamaan, meski mengalami penurunan penjualan unit, model-model kendaraan merek Isuzu berhasil memperbesar pangsa pasarnya.

Isuzu Giga di kelas truk medium mengalami penurunan penjualan 45 persen menjadi 701 unit. Namun, pangsa pasarnya meningkat 3,6 poin persentase menjadi 15,5 persen.

Isuzu Elf di kelas truk kecil mengalami penjualan 29,8 persen menjadi hanya 3.653 unit. Namun, pangsa pasarnya meningkat 1,5 poin persentase menjadi 22,5 persen.

Isuzu Traga di kelas pikap juga mengalami penurunan penjualan 9,6 persen menjadi 1.865 unit. Capaian ini membuat pangsa pasar Traga di segmennya bertambah 9,9 poin persentase menjadi 24,8 persen.

Attias Astil, Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), menyatakan optimistismenya bahwa pada periode kedua tahun ini pasar kembali ke kondisi pergerakan positif, meski untuk seperti capaian tahun lalu masih cukup berat.

"Ada sejumlah faktor yang membuat Isuzu relatif berhasil menahan penurunan penjualan sehingga pangsa pasar model-modelnya membesar," katanya pada webinar, Senin (6/7/2020).

Pertama, pemetaan segmen bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19, yang kasusnya muncul pertama pada Maret 2020, telah membuat tekanan berat pada dunia bisnis. Akan tetapi, di antara banyak segmen bisnis yang jatuh, sebagian masih relatif bisa bertahan, dan tidak sedikit yang justru bertumbuh.

Perhotelan dan pariwisata, industri penerbangan, pameran dan konferensi, restoran, hiburan, olah-raga, mal dan toko ritel, minyak dan gas, serta otomotif adalah sektor yang mengalami tekanan berat.

Adapun sektor pendidikan, perbankan, agribisnis, pabrikan, dan asuransi relatif bertahan.

Di sisi lain, grocery dan ecommerce, serta logistik dan pengiriman makanan justru bertumbuh kuat. "Memang distribusi barang praktis selalu stabil dalam situasi apapun."

Sektor yang bertumbuh lainnya adalah room ate meeting, layanan streaming, media dan telekomunikasi, pembelajaran daring, layanan cloud, telemedicine atau farmasi, cleaning service, dan tempat fitness.

Kedua, penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di tengah pandemi Covid-19 sangat penting. Ini terutama karena ada tekanan daya beli, dan pergeseran perilaku serta preferensi belanja.

Dalam hal ini, Isuzu Astra menyediakan unit truk dengan biaya operasional seirit mungkin, mencakup aspek konsumsi bahan bakar, biaya perbaikan, dan harga onderdil.

Isuzu merupakan kendaraan yang ditenagai mesin diesel, yang terkenal bandel dan efisien bahan bakar.

Selain itu, IAMI menyediakan varian produk yang sangat beragam sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Di kelas truk medium, Isuzu Giga hadir dengan 13 vaian, Isuzu Elf di kelas truk ringan memiliki 13 varian, dan Isuzu Traga di kelas pikap punya 4 varian.

Ketiga, dukungan teknis dan insentif pembelian.

Isuzu Astra memberikan dukungan teknis kepada pembeli, seperti akses terhadap karoseri berkualitas, serta dukungan pembiayaan berupa subsidi bunga kredit pembelian melalui kerja sama dengan perusahaan leasing.

Bagi leasing company, perusahaan logistik adalah bisnis yang secara pembiayaan saat ini layak dibiayai, ketika segmen bisnis lain mengalami pengetatan pembiayaan.

Dari awal penjualan Isuzu mengincar pelanggan yang masih bisa berjualan, dan sifatnya pembelian unitnya berulang. Hal ini karena datanya sudah ada riwayatnya jelas, sehingga lembaga pembiayaan lebih mudah menyetujui pengajuan kreditnya.

Keempat, program dukungan purnajual.

Selain bermodal mesin diesel yang irit bahan bakar, Isuzu Astra menyediakan layanan servis cepat, seperti Bengkel Isusu Berjalan (BIB) yang banyak dipakai saat PSBB ketika bengkel tak beroperasi.

Kelima, efisiensi dan perencanaan delivery unit.

Pandemi Covid-19 memaksa banyak perusahaan memangkas biaya untuk aktivitas yang masih bisa ditunda pengeluarannya, demi efisiensi dan manajemen arus kas.

Hal itu dilakukan termasuk melalui pengaturan jadwal produksi, dan memperbaiki perencanaan delivery kendaraan ke tangan konsumen tepat waktu, demi menekan biaya dan penyediaan produk yang kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri logistik kendaraan komersial PT Isuzu Astra Motor Indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top