Ini Harga Isuzu Panther Yang Bakal Berhenti Produksi Pada 2021

Sejauh ini, Panther menggunakan mesin berstandar Euro 2. Isuzu Panther hanya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Produk ini dipasarkan dalam sejumlah varian yaitu LS, LV, LM dan Grand Touring.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:09 WIB
Ini Harga Isuzu Panther Yang Bakal Berhenti Produksi Pada 2021
Isuzu Panther yang diklasifikasikan sebagai Asia Utility vehicle dikembangkan sebagai mobil tangguh untuk memenuhi kondisi lokal, seperti cuaca, jalan dan budaya keluarga. - Isuzu

Bisnis.com, JAKARTA – Isuzu kemungkinan besar bakal menghentikan produksi Panther ketimbang mengembangkannya sehingga lolos standar emisi Euro 4 dan kembali eksis di pasar Indonesia.

Mobil yang pernah ditahbiskan sebagai ‘raja diesel’ ini nampaknya bakal behenti diproduksi dan dipasarkan pada 2021. Pasalnya, di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/3/2017, mobil bermesin bensin wajib memenuhi standar Euro 4 mulai September 2018, sementara diesel efektif berlaku pada 10 Maret 2021.

Sejauh ini, Panther menggunakan mesin berstandar Euro 2. Isuzu Panther hanya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Produk ini dipasarkan dalam sejumlah varian yaitu LS, LV, LM dan Grand Touring.

Dikutip dari laman astraisuzu.co.id, Selasa (4/2/2020), Isuzu Panther Smart (LM) merupakan varian paling murah. Jenis kendaraan ini dibanderol harga Rp279,1 juta.

Isuzu Panther LV menyusul dengan harga Rp286,4 juta, sedangkan Isuzu Panther LS diberi label Rp308,9 juta.

Isuzu Panther Grand Touring menjadi varian dengan harga tertinggi, yakni Rp332,2 juta.

Isuzu pun hanya menjaga penjualan Panther hingga regulasi baru memaksa mobil itu berhenti prouksi. Saat ini penjualan Panther itu hanya 60-an unit per bulan atau 763 unit dalam setahun terakhir.

General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan pengembangan Isuzu Panther itu berat karena memakan biaya besar, sedangkan saat ini bersi terbaru sudah diwakili MU-X.

“Kalau kami paksakan ganti, rasa-rasanya terlalu berat. Kami realistis saja, lagipula ada penggantinya yaitu MU-X meski dari segi harga berbeda jauh, tapi jenis mobil SUV seperti itu memang lagi ramai di pasar. Jika kami paksakan untuk kembangkan Panther tidak akan kompetitif,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari harian Bisnis Indonesia, Selasa (4/2/2020).

Kendati begitu, Attias menambahkan IAMI sebagai agen pemegang merek di Indonesia siap mengembangkan Panther apabila memang pihak principal Jepang menginginkan.

“Nantinya kan kendaraan sudah harus menggunakan Euro 4, kita hanya tinggal menunggu principal bahwa Panther akan lanjut atau tidak.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isuzu, Isuzu Panther

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top