Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LAPORAN DARI TOKYO MOTOR SHOW : Populasi Tua Meningkat, Daihatsu Gelar CSR Penahan Penurunan Penjualan

Penurunan angka kelahiran dan pertumbuhan populasi usia tua yang sangat cepat mendesak pabrikan otomotif di Jepang berinovasi menjalankan program corporate social responsibility.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 25 Oktober 2019  |  11:25 WIB
Daihatsu menggelar program CSR untuk lanjut usia - Bisnis/M Abdi Amna
Daihatsu menggelar program CSR untuk lanjut usia - Bisnis/M Abdi Amna

Bisnis.com, MIE — Penurunan angka kelahiran dan pertumbuhan populasi usia tua yang sangat cepat mendesak pabrikan otomotif di Jepang berinovasi menjalankan program corporate social responsibility.

Daihatsu Motor Company Ltd. menjalankan program CSR community based project dengan memberikan pemeriksaan kesehatan, edukasi berkendara yang baik untuk penduduk lanjut usia di atas 65 tahun.

“Populasi tua yang tumbuh sangat cepat menjadi masalah sosial yang sangat besar di Jepang. Tingkat kecelakaan lalu lintas oleh pengemudi lanjut usia sangat tinggi. Kami melakukan program ini sudah sejak 2016,” ujar Hayashi, President of Mie Prefektur Daihatsu, Kamis (24/10/2019).

Saat ini populasi penduduk lanjut usia di atas 65 tahun di Jepang mencapai 28,1%, berbanding jauh dengan Indonesia yang hanya 5,7%. Populasi Jepang pada 2020 diperkirakan turun 20% dan terus berlanjut pada 2040 turun hingga 70%.

Emi Yoshino, General Manager CSR Dept. Domestic Sales Group DMC mengatakan program CSR ini sepanjang 2019 telah dilakukan oleh 37 distributor Daihatsu di 57 kota. Program ini akhirnya juga didukung oleh pemerintah daerah dan kepolisian.

“Kalau di negara lain, seperti Indonesia dan Malaysia, program CSR Daihatsu diterapkan kepada olahraga bulutangkis. Di Jepang pertumbuhan lanjut usia yang begitu cepat menjadi masalah besar,” tuturnya.

Program ini juga bertujuan mempererat hubungan antara pelanggan dengan pabrikan. Selain itu juga mengontrol penurunan penjualan otomotif di pasar domestik yang cukup tajam dalam periode 2014-2018.

Saat ini penjualan otomotif terbesar di Jepang berada di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan transportasi publik. Selain menjalankan program CSR, Daihatsu juga menerapkan teknologi smart assist kepada produk-produk baru di Jepang.

“Secara angka kami tidak dapat memaparkan penurunan angka kecelakaan di Jepang, tetapi, dari program ini didapatkan bahwa banyak pengendaraan usia lanjut yang belum memiliki pemahaman berkendara dengan baik,” tuturnya.

Saat ini, penerapan edukasi dan pemeriksaan kesehatan kepada pengendara lansia tidak hanya kepada pelanggan Daihatsu, tetapi juga kepada masyarakat umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daihatsu Tokyo Motor Show 2019
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top