Bank Siapkan Skema Pembiayaan LCEV, Toyota Masih Fokus Pengenalan ke Masyarakat

Sektor perbankan telah menyiapkan alokasi dana yang secara khusus akan dikucurkan untuk kredit mobil LCEV.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  11:45 WIB
Bank Siapkan Skema Pembiayaan LCEV, Toyota Masih Fokus Pengenalan ke Masyarakat
Model uji Prius PHV yang dilengkapi dengan panel baterai surya. - Toyota

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan akan berfokus pada pengenalan produk kendaran ramah lingkungan atau low carbon emission vehicle (LCEV) sambil menunggu aturan turunan dari Perpres No. 55 Tahun 2019.

Adapun, sektor perbankan telah menyiapkan alokasi dana yang secara khusus akan dikucurkan untuk kredit mobil LCEV. Salah satunya, adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang menyiapkan Rp100 miliar mulai kuartal IV/2019.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto menyatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu peraturan pelaksanaan yang disebutkan dalam Pasal 36 Perpres No. 55 Tahun 2019.

“Sama dengan APM lain, setelah munculnya Perpres No. 55 Tahun 2019, kami menunggu Peraturan Pelaksanaan yang disebutkan di pasal 36 Perpres tersebut, dan kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menyukseskan perpres yang sudah ditetapkan oleh Presiden,” katanya kepada Bisnis, Senin (14/10/2019).

Dia mengatakan bahwa keinginan masyarakat untuk membeli model kendaraan baru ditentukan oleh banyak faktor, bukan hanya skema pembiayaan. Pengenalan dan pengetahuan terkait produk tersebut menurunya menjadi salah satu faktor utama.

“Apalagi ini sesuatu yang perlu pengetahuan baru dari masyarakat, makanya kami melakukan pengenalan terhadap produk-produk EV [electric vehicle] seperti hybrid, plug-in hybrid, BEV, fuel cell EV secara intensif dalam 3 tahun belakangan ini,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dana yang disiapkan BRI bukan hanya untuk pembelian kendaraan LCEV, melainkan untuk mendukung pengembangan industri mobil listrik di dalam negeri. Hal itu termasuk penelitian pembuatan baterai dan infrastruktur pendukung produksi LCEV.

Sebelumnya, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, plafon pembiayaan LCEV disiapkan setelah perseroan mendapatkan informasi dari sejumlah APM yang siap memasarkan kendaraan listrik pada pengujung 2019.

Pembiayaan pembelian kendaraan LCEV akan dikenakan tingkat bunga yang lebih rendah atau di bawah 10%. Skema ini mengacu pada sustainable finance yang tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 51 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dan POJK Nomor 60 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

“Tentu untuk pembiayaan yang menunjang lingkungan ada suku bunga khusus. Mudah-mudahan [single digit], saat ini kami masih tunggu pricing mereka dan karena kemarin karena harganya relatif lebih mahal jadi mungkin jangka waktunya [pembiayaan] lebih panjang,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, toyota astra motor

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top