Penjualan LSUV Lesu, Rush Masih Melaju

Penjualan kendaraan low sport utility vehicle (LSUV) pada Januari-Agustus 2019 tercatat melambat walau tidak sedalam pasar otomotif nasional.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  18:35 WIB
Penjualan LSUV Lesu, Rush Masih Melaju
Model berpose bersama mobil Toyota All New Rush. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan kendaraan low sport utility vehicle (LSUV) pada Januari-Agustus 2019 tercatat melambat walau tidak sedalam pasar otomotif nasional. Namun, Toyota Rush masih menikmati pertumbuhan penjualan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat hampir semua merek kendaraan penumpang memiliki produk pada segmen LSUV ataupun kompak SUV. Seiring dengan tren global yang mengarah pada SUV, pasar domestik tahun ini kedatangan beberapa model LSUV baru.

Sedikitnya, terdapat empat model baru yang mulai dipasarkan pada tahun ini seperti Wuling Almaz, DFSK Glory 560, Mitsubishi Eclipse Cross dan Hyundai Kona. Penyegaran produk juga dilakukan pabrikan, seperti untuk Toyota C-HR yang juga hadir dengan varian hibrida, Nissan X-Trail yang mendapatkan pembaruan pada GIIAS 2019.

Segmen LSUV merupakan yang terbesar kedua di Tanah Air setelah low multi purpose vehicle (LMPV). Pada periode Januari-Agustus 2019 total pasar LSUV dan kompak SUV tercatat sebanyak 79.872 unit, melambat 6,21% ketimbang periode yang sama 2018.

Di luar model baru, kecuali Toyota Rush, model SUV kecil lainnya melambat. Penjualan model baru masih sulit diukur walau untuk beberapa beberapa merek seperti Wuling dan DFSK model ayarnya berkontribusi signifikan.

Menurut Gaikindo, Rush mampu dikirimkan ke dealer sebanyak 41.845 unit, naik 27,69% ketimbang periode yang sama 2018. Rush seven seater yang mulai dipasarkan tahun lalu mampu mengerek penjualan ke angka 4.000-an hingga 5.000-an unit per bulan.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi mengatakan pada awal tahun Toyota masih menyelesaikan pesanan dari tahun lalu. Saat ini, permintaan Rush sudah mulai normal dan di luar ekspektasi karena mendapatkan sambutan positif.

“Rush sebenarnya pada awal tahun kami selesaikan outstanding, sekarang mulai normal permintaan sekitar 4.000-an unit kadang sampai 5.00-an unit per bulan. Rush baru dikenalkan tahun lalu dan model lama hanya sekitar 2.000-an per bulan, jadi sangat baik,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, salah satu yang menjadi kekuatan Rush ialah desain yang lebih sportif dan tawaran tujuh penumpang. Rush, katanya, merupakan salah satu model terlaris Toyota selain Avanza, Calya, dan Innova.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
toyota rush

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top