Nissan Leaf Bantu Stabilkan Grid Pengisian Listrik di Jerman

Nissan telah mencatatkan capaian penting dalam energi dan mobilitas bebas emisi di Jerman. Dengan solusi pengisian daya listrik dan manajemen energi, partner proyek, yakni perusahaan teknologi Mobility House, pemasok energi Enervie dan operator sistem transmisi Amprion, telah meluluskan Nissan Leaf dalam syarat regulasi untuk ketentuan power.
Fatkhul Maskur | 28 Oktober 2018 08:00 WIB
Nissan Leaf. - NISSAN

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan mencatatkan capaian penting dalam energi dan mobilitas bebas emisi di Jerman, dengan diluluskannya Leaf dalam syarat regulasi untuk ketentuan daya.

Dengan solusi pengisian daya listrik dan manajemen energi, partner proyek yakni perusahaan teknologi Mobility House, pemasok energi Enervie dan operator sistem transmisi Amprion, telah meluluskan Nissan Leaf dalam syarat regulasi untuk ketentuan power.

Ini berarti bahwa Leaf bisa digunakan sebagai mobil yang disyaratkan grid elektrisitas Jerman--terobosan teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) di Jerman.

"Kami sangat percaya pada masa depan bebas emisi," ujar Guillaume Pelletreau, Vice President and Managing Director, Nissan Center Europe, dalam keterangan pers, Minggu (28/10/2018).

Dia mengungkapkan, "Kami sangat bangga bahwa Nissan Leaf, sebagai mobil listrik pertama, telah disetujui sebagai kendaraan yang membuat frekwensi grid stabil. Baterai Leaf dapat mengontribusi transisi energi di Jerman dan masa depan yang berkelanjutan..."

Solusi baru dan inovasi untuk menyetabilkan grid sangat penting untuk transisi untuk generasi teknologi terdesentralisasi dari sumber terbarukan. Peningkatan penggunaan energi terbarukan memacu fluktuasi pada grid, yang mesti di seimbangkan dengan ketentuan dasar, dapat mencegah pemutusan power yang tak diinginkan pada peringatan kedua.

Mobil macam Leaf dengan teknologi pengisian bidirectional terintegrasi dapat memainkan komponen penting dalam menyetabilkan grid elektrik.

Dengan konektor pengisian CHAdeMO, LEAF mampu tidak hanya untuk menyampur power dari grid dan menyimpannya di baterai traksi tetapi juga memberi umpan balik power. Ini adalah konsep Vehicle-to-Grid (V2G).

Kemampuan pengisian bidirectional mobil listrik Nissan adalah pondasi untuk integrasinya dalam proyek percontohan pada situs Enervie di Hagen, Jerman.

Dalam kombinasi dengan inovatif, kecerdasan, dan teknologi manajemen industri dari Mobility House, proses pengisian dan tidak mengisi dapat dikontrol dan diawasi.

"Kami sangat senang bahwa teknologi Mobility House telah disetujui oleh TSO sebagai produk penting dan manantang dari sistem sumber pembangkit listrik Jemarn," ujar Thomas Raffeiner, CEO dan pendiri Mobility House (TMH).

Tag : Nissan Leaf, Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top