Mitsubishi Siap Ekspor Xpander Ke Bolivia & Mesir

Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia pada tahun fiskal 2019 juga akan mengirimkan Xpander ke beberapa negara Asean ditambah Bolivia dan Mesir. Ekspor tetap dipatok sebanyak 30% dari kapasitas produksi pada tahun fiskal 2019 yang sebanyak 150.000 per tahun.
Thomas Mola | 09 Agustus 2018 22:50 WIB
Mobil Mitsubishi Xpander yang akan diekspor berada di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Rabu (25/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, TANGERANG--Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia pada tahun fiskal 2019 juga akan mengirimkan Xpander ke beberapa negara Asean ditambah Bolivia dan Mesir. Ekspor tetap dipatok sebanyak 30% dari kapasitas produksi pada tahun fiskal 2019 yang sebanyak 150.000 per tahun.

Deputy Group Head of Planning & Communication Group MMKSI Intan Vidiasari mengatakan, sejauh ini PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia telah melakukan ekspor Xpander ke Filipina dan pada tahun fiskal 2019 negara tujuan ekspor bakal ditambah.

“Komposisinya tetap 70% untuk domestik dan 30% untuk ekspor. Memang dibatasi pada 30% karena kapasitas 150.000 unit per tahun sudah paling maksimal. Tambah lagi di situ masih ada produksi Pajero juga. Semua nanti [tahun fiskal] 2019,” ujarnya di sela-sela GIIAS 2018 di Tangerang, Kamis (9/8/2018).

Intan menuturkan, negara tujuan ekspor Xpander nanti ialah Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Bolivia dan Mesir. Dengan peningkatakan produksi, Mitsubishi Motor Corporation (MMC) tentu akan menambah tenaga sumber daya manusia dan investasi.

Dia menjelaskan, sejak Juni 2018 kapasitas produksi MMKI sudah dinaikan menjadi 10.000 per bulan. Hal itu selain bertujuan untuk menopang ekspor ke Filipina, juga untuk mempercepat waktu tunggu konsumen yang telah melakukan pemesanan Xpander.

“Sejak awal tahun 8.000 unit dan itu kita ekspor ke Filipina juga. Lalu juli ditingkatkan ke 10.000 unit,” paparnya.

Sekadar catatan, MMKI melakukan ekspor perdana pada April 2018 dengan mengirimkan 400 unit Xpander ke Filipina. Untuk ekspor pada tahun fiskal 2018, MMKSI menargetkan mengirimkan ke luar negeri sebanyak 30.000 unit Xpander.

Intan menambahkan, kehadiran Xpander juga berkontribusi mengangkat penjualan Mitsubishi secara global. Data Aliansi Renault, Nissan dan Mitsubishi menyebutkan Indonesia menjadi pasar nomor satu yang berkontribusi terhadap penjualan Mitsubishi secara global.

Mayoritas penjualan itu ditopang oleh Xpander yang hingga saat ini masih tinggi permintaannya. MMC juga secara resmi telah mengumumkan akan menambah kapasitas produksi Xpander di Indonesia hingga 150.000 per tahun pada tahun fiskal 2019 untuk memenuhi permintaan pasar global.

Di sisi lain, khusus untuk GIIAS 2018, MMKSI sebagai distributor utama Mitsubishi di Indonesia menargetkan penjualan sebanyak 3.000 unit di mana 70% diharapkan berasal dari kontribusi Xpander. Hingga hari ini atau 7 hari GIIAS, MMKSI mengklaim telah memasarkan sekitar 1.700 kendaraan Mitsubishi. “Paling banyak masih Xpander kemudian Pajero Sport,” tambahnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ekspor Xpander

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup