Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Askarindo Minta Pemerintah Dayagunakan Karoseri Lokal, Begini Caranya

Asosiasi Karoseri Indonesia meminta pemerintah memanfaatkan semaksimal mungkin industri karoseri di dalam negeri dalam melakukan pengadaan kendaraan niaga bus, truk, atau pun khusus agar industrinya dapat terus tumbuh dan berkembang.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  17:40 WIB
Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia Sommy Lumadjeng,(dari kiri), Group of Project Director PT Global Expo Management (GEM Indonesia) Baki Lee, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Gusti Putu Suryawirawan, dan Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia Hermanto Dwiatmoko, berfoto di sela-sela pembukaan pameran International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA) 2017 di Jakarta, Rabu (29/3). - JIBI/Dwi Prase
Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia Sommy Lumadjeng,(dari kiri), Group of Project Director PT Global Expo Management (GEM Indonesia) Baki Lee, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Gusti Putu Suryawirawan, dan Ketua Umum Masyarakat Perkeretaapian Indonesia Hermanto Dwiatmoko, berfoto di sela-sela pembukaan pameran International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA) 2017 di Jakarta, Rabu (29/3). - JIBI/Dwi Prase

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Karoseri Indonesia meminta pemerintah memanfaatkan semaksimal mungkin industri karoseri di dalam negeri dalam melakukan pengadaan kendaraan niaga bus, truk, atau pun khusus agar industrinya dapat terus tumbuh dan berkembang.

Ketua Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sowanwitno Sommy Lumadjeng mengatakan, industri karoseri memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah terkait dengan pengadaan kendaraan baik barang, bus, maupun kendaraan khusus lainnya.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha karoseri untuk ikut serta dalam pengadaan kendaraan barang, bus, dan khusus lainnya yang diperlukan oleh pemerintah.

"Bus, minibus, bus besar, molen, truk, bisalah kita [membuat] untuk kebutuhan dalam negeri, untuk memenuhi,” kata Sommy di Jakarta pada Kamis (22/3/2018).

Dia menjelaskan, pemerintah perlu mengatur pengadaan atau lelang kendaraan-kendaraan yang dibutuhkannya agar para pelaku usaha karoseri di dalam negeri mampu memiliki waktu untuk melakukan persiapan dan pengerjaan.

Para pelaku usaha karoseri kerap kesulitan memenuhi permintaan pemerintah dengan waktu yang tidak cukup untuk membuat suatu kendaraan niaga.

Dia mengungkapkan, para pelaku usaha karoseri di dalam negeri bisa bekerja sama untuk menyelesaikan pesanan pemerintah dengan jumlah besar dengan kualitas yang sama mengingat spesifikasi kendaraan sudah disesuaikan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, lanjutnya pemerintah juga perlu menutup 100% impor kendaraan-kendaraan niaga bekas seperti truk. Dia mengingatkan, industri karoseri memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional.

Oleh karena itu, lanjutnya industri ini cukup prospektif untuk dikembangkan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti jalan tol, pertumbuhan penjualan volume kendaraan niaga, pengembangan sektor pariwisata, dan kebijakan menata transportasi umum merupakan faktor-faktor yang dapat membuat industri karoseri dapat terus tumbuh.

“Dengan catatan pemerintah tidak ekspor secara utuh sehingga memberikan nila tambah bagi industri di dalam negeri,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Karoseri Askarindo Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top