Damri Siapkan Bus Baru Angkutan Bandara Soekarno-Hatta

Perum Damri berencana melakukan pembelian kendaraan niaga bus pada tahun ini sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk meremajakan armadanya. Bus-bus baru tersebut rencananya akan dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  21:24 WIB
Damri Siapkan Bus Baru Angkutan Bandara Soekarno-Hatta
Bus Damri. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Perum Damri berencana melakukan pembelian kendaraan niaga bus pada tahun ini sebagai bagian dari langkah perusahaan untuk meremajakan armadanya. Bus-bus baru tersebut rencananya akan dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sekretaris Perusahaan Perum DAMRI Arifin mengatakan, bus – bus yang telah beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelumnya akan dipindahkan ke daerah-daerah atau sebagai angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

“Kami beli bus baru mayoritas masuk ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus yang sudah ada di sana ditarik ke luar ke daerah atau untuk angkutan antarkota,” kata Arifin kepada Bisnis, Senin (26/2/2018).

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan tender pengadaan bus baru pada pertengahan Maret 2018. Adapun jumlah bus yang harus diremajakan mencapai sebanyak 160 unit secara keseluruhan sepanjang tahun ini.

Perusahaan, lanjutnya sedang mengumpulkan dokumen dan membuat daftar pemasok guna melakukan pengadaan bus-bus baru, seperti perusahaan karoseri dan agen pemegang merek (APM) yang menjual sasis bus.

Terkait dengan besaran dana yang akan dianggarkan oleh perusahaan dalam melakukan pengadaan, dia menuturkan, belum mengetahuinya dengan pasti. “Jumlah bus itu harusnya 160 unit, cuma anggaran tahun ini, unitnya, belum tahu persis,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengkhawatirkan agen pemegang merek di dalam negeri tidak mampu memenuhi pengadaan bus yang dibutuhkan perusahaan pelat merah itu, mengingat pengalaman tahun lalu.

Tahun lalu, lanjutnya sasis yang tersedia di agen pemegang merek (APM) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan peremajaan armada perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Karoseri, Bus Damri

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top