Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Butuh 160 Bus, Damri Khawatir APM Tak Cukup Sasis

Perum Damri mengkhawatirkan agen pemegang merek di dalam negeri tidak mampu memenuhi pengadaan bus yang dibutuhkan perusahaan pelat merah itu, mengingat pengalaman tahun lalu.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  16:55 WIB
Butuh 160 Bus, Damri Khawatir APM Tak Cukup Sasis
Kabin Bus Damri. - damri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Damri mengkhawatirkan agen pemegang merek di dalam negeri tidak mampu memenuhi pengadaan bus yang dibutuhkan perusahaan pelat merah itu, mengingat pengalaman tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan Perum Damri Arifin, mengatakan seperti tahun lalu, sasis yang tersedia di agen pemegang merek (APM) tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan peremajaam armada perusahaan.

“[Pengadaan Pada tahun ini] Enggak yakin dapat sasis sebegitu [160 unit], 30—50 sasis sudah syukur,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Damri Arifin, Senin (26/2/2016).

Tahun lalu, APM pemenang tender pengadaan bus baru Damri yakni Mercedes-Benz hanya mampu menyediakan 30 unit sasis dari total kebutuhan sebanyak 100 unit.

Pada tahun lalu, ujarnya, Perum Damri menganggarkan dana Rp50 miliar untuk pengadaan 30 unit bus.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar bus diisi oleh beberapa merek yakni Hino Diesel, Mercedes Benz Disel, UD Trucks Diesel, dan Scania Diesel. Adapun bus ringan diisi oleh Hino, dan Scania.

Terkait dengan kemungkinan menggunakan kendaraan dari Mercedes kembali, dia menuturkan akan tergantung pada hasil lelang. Menurutnya, ada kajian baik internal maupun akademis dalam menentukan pemenang tender.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mercedes Benz Damri Perum Damri Bus Damri
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top