Takata Belum Dapat Pastikan Biaya terkait Investigasi di AS

Takata Corp menyatakan bahwa ada sekitar 14 juta unit inflator kantung udara tambahan yang ditarik dari pasar AS.
Shahnaz Yusuf | 17 Mei 2016 18:29 WIB
Ilustrasi - consumerreports.org

Bisnis.com, WASHINGTON – Takata Corp menyatakan bahwa ada sekitar 14 juta unit inflator kantung udara tambahan yang ditarik dari pasar AS.

Meski demikian, penarikan tersebut masih berstatus investigasi yang belum dapat dipastikan jumlah kerugian dari penarikan tersebut.

Kondisi perusahaan komponen otomotif asal Negara Sakura tersebut semakin sulit ketika otoritas AS mengumumkan akan ada tambahan penarikan atas 40 juta unit kantung udara dari perusahaan tersebut.

Padahal, Takata sebelumnya sudah menarik sekitar 50 juta unit kendaraan secara global.

Jurubicara Takata Toyohiro Hishikawa menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti prosedur investigasi penarikan yang baru saja diumumkan.

Selain itu, dia juga menegaskan sikap perusahaan yang sedang menunggu hingga hasil investigasi selesai dan memberikan kesimpulan maupun tanggapan setelahnya.

“Meski demikian kami tidak bisa menyatakan bahwa hasil pengujian kami 100% sama dengan regulator AS, karena kami sendiri harus membuat pengujian dan kesimpulan sendiri,” ujarnya seperti dinukil dari Reuters, Selasa (17/5).

Jika Takata terbukti bersalah, mereka akan rugi sekitar US$9 miliar atas biaya penarikan tersebut. Nilai ini merupakan kalkulasi kasar atas tiap penggantian perangkat kantung udara yang bernilai sekitar US$100 per unit.

Tag : airbag, Takata
Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top