Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI OTOMOTIF: Toyota Diminta Ikut Bangun Jalan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat, mengharapkan Toyota, yang selama ini memiliki pabrik perakitan di Karawang, tidak hanya memproduksi mobil, tetapi juga memikirkan pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan.
Maftuh Ihsan
Maftuh Ihsan - Bisnis.com 15 Maret 2013  |  16:40 WIB
INDUSTRI OTOMOTIF: Toyota Diminta Ikut Bangun Jalan

BISNIS.COM, JAKARTA -- Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat, mengharapkan Toyota, yang selama ini memiliki pabrik perakitan di Karawang, tidak hanya memproduksi mobil, tetapi juga memikirkan pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan.

"Keberadaan Toyota di Karawang sangat positif karena mendorong masuknya investasi baru dan membuka lapangan kerja," ujarnya pada acara pembukaan pabrik baru PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jumat (15/3/2013).

Dia menuturkan manfaat besar dirasakan masyarakat Jawa Barat, khususnya di Karawang, dengan beroperasinya pabrik Toyota, baik yang telah ada maupun pabrik yang baru diresmikan.

Dede juga menuturkan ayahnya merupakan salah satu mantan karyawan Toyota. Dia berterima kasih atas keberadaan pabrik Toyota sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan yang baik dan sukses seperti saat ini.

"Saya terima kasih kepada Toyota untuk multiplier effect yang ditimbulkan bagi masyarakat. Namun, Toyota jangan cuma memproduksi mobil, tetapi juga membangun jalannya," katanya.

Seperti diketahui, masalah kemacetan menjadi momok bagi masyarakat saat ini. Permasalahan tersebut semakin mengkhawatirkan karena populasi mobil terus meningkat, tetapi jumlah jalan yang bertambah masih sedikit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota pasar mobil jawa barat dede yusuf karawang kemacetan pabrik baru toyota
Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top