Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RI Bidik Populasi 400.000 Mobil Listrik, Tapi Produksi Masih Minim

Kapasitas produksi mobil listrik di Indonesia hanya 29.000 unit per tahun dari 3 perusahaan yang terdaftar telah berinvestasi di Indonesia.
Ilustrasi kendaraan listrik. /Freepik
Ilustrasi kendaraan listrik. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Ambisi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia masih terkendala kapasitas produksi yang minim, khususnya untuk mobil listrik.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang diterima Bisnis, kapasitas produksi mobil listrik di Indonesia hanya 29.000 unit per tahun dari tiga perusahaan yang terdaftar telah berinvestasi di Indonesia.

Kemenperin sendiri menargetkan populasi mobil listrik mencapai 400.000 unit pada 2025. Artinya, kapasitas produksi mobil listrik harus ditingkatkan jika ingin mencapai jumlah yang ditargetkan pemerintah.

Kapasitas produksi mobil listrik di Indonesia juga masih berada di bawah Negara Tetangga yaitu Vietnam. Melansir asia.nikkei.com pada Senin (20/3/2023), Hyundai membuka pabrik mobil baru di Vietnam melalui usaha patungan dengan konglomerat lokal Thanh Cong Group pada tahun lalu.

Tidak disebutkan untuk penambahan kapasitas mobil listrik. Namun, pabrik yang berlokasi di provinsi Ninh Binh ini memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 100.000 unit. Meskipun demikian, pihak Hyundai menyampaikan bahwa pabrik baru ini juga dapat menambah kapasitas produksi line up mobil listrik mereka seperti Ioniq 5.

Sementara itu, dari sisi penjualan pada tahun lalu terbilang masih kecil dengan pangsa mobil listrik murni yang mencapai 0,98 persen atau terjual sebanyak 10.273 unit dari penjualan mobil keseluruhan sebanyak 1.048.040 unit.

Di sisi lain, penjualan mobil listrik murni pada tahun ini terbilang lesu. Capaian penjualan hanya 390 unit sepanjang Januari-Februari 2023. Biasanya, mulai dari Agustus hingga Desember 2022, penjualan mobil listrik BEV di Indonesia rata-rata berkisar 2.000 unit.

Salah satu penyebab kelesuan mobil listrik pada awal tahun ini disebabkan oleh kinerja penjualan Wuling Air ev yang tak kunjung dalam performa terbaiknya.

Brand and Marketing Wuling Motors, Dian Asmahani, mengatakan hari libur pada Januari-Februari sangat mempengaruhi penjualan, seiring prinsipal Wuling di China merayakan hari raya Imlek.

"Kami telah mengantisipasi angka penjualan yang rendah yang dikarenakan adanya banyak hari libur pada Januari dan Februari. Selain itu, headquarter Wuling di Tiongkok pun sedang merayakan Imlek di periode waktu tersebut," ujar Dian kepada Bisnis, dikutip Minggu (19/3/2023).

Lebih jauh, untuk memacu ekosistem mobil listrik pemerintah Indonesia memberikan subsidi mobil listrik kepada 35.900 unit yang hingga saat ini menyasar merek Hyundai dan Wuling.

Mengacu data Kemenperin, bantuan pembelian pemerintah untuk mobill dianggarkan sebesar Rp1,6 triliun pada 2023 dan nantinya meningkat tiga kali lipat menjadi Rp4,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper