Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Harga Landa Pasar Mobil di China, Diskon Tembus Rp200 Juta!

Pemotongan harga mobil listrik Tesla di pasar China membuat para pemasar mobil ICE banting harga.
Founder Tesla Elon Musk/ Bloomberg
Founder Tesla Elon Musk/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perang harga yang dimulai oleh Elon Musk yang memangkas harga mobil listrik Tesla di China kini berimbas ke mobil berbahan bakar bensin (Internal Combustion Engine/ICE).

Beberapa produsen seperti Citroen, Mercedes-Benz, dan Chevrolet kini juga memangkas harga sebagai upaya untuk melindungi pangsa pasar.

Pasalnya, penjualan mobil bensin di China terpukul karena permintaan mobil listrik terus meningkat, apalagi didorong oleh pemotongan harga dari Tesla dan BYD.

Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) mengatakan penjualan mobil ICE turun 13 persen pada 2022, sementara mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) naik 74 persen dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melonjak 161 persen.

Melansir Autonews.com pada Jumat, (10/3/2023), subsidi pemerintah di Provinsi Hubei di China tengah, bersama dengan diskon dari Dongfeng Motor Group yang didukung negara, telah memangkas harga beberapa mobil seperti Citroen C6 hingga lebih dari 40 persen, dengan penawaran insentif hingga 90.000 yuan atau hampir Rp200 juta.

Selain itu, Chevrolet juga menawarkan diskon sebanyak 70.000 yuan atau setara Rp155 juta untuk beberapa model seperti Blazer, Equinox, dan Monza yang dibanderol mulai 230.000 yuan atau setara Rp510 juta.

Tak hanya itu, Provinsi Jilin di Timur Laut China juga menganggarkan subsidi 150 juta yuan bulan ini untuk konsumen yang membeli mobil besutan FAW Group milik pemerintah. Diskon untuk mobil pribadi mencapai 37.000 yuan atau Rp82 juta.

Adapun, penjualan mobil di China pulih lebih lambat tidak sesuai ekspektasi setelah pemerintah menghapus kebijakan Zero Covid pada Desember lalu.

Menurut Ron Zheng, Konsultan Otomotif Senior dari Roland Berger mengatakan langkah pemerintah Hubei jelas ditujukan untuk merangsang penjualan mobil karena konsumen masih berhati-hati dalam berbelanja, sementara model yang didiskon merupakan stok yang harus segera dibersihkan.

"Penurunan harga yang dramatis akan berdampak besar pada nilai sisa mobil bekas, serta loyalitas merek. Saya akan mengatakan langkah itu mungkin agak picik," ujar Zheng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper