Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elon Musk Bilang Bukan Solusi, Hyundai Siapkan Mobil Terbang di IKN

Proyek mobil terbang Hyundai Motor Group diperkenalkan sebagai bagian dari smart mobility ekosistem di ibu kota baru Indonesia.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 15 November 2022  |  15:10 WIB
Elon Musk Bilang Bukan Solusi, Hyundai Siapkan Mobil Terbang di IKN
Konsep Interior Supernal UAM Hyundai Motor Group / Hyundai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hyundai Motor Group telah menandatangani MoU dengan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk bekerja sama membangun ekosistem mobilitas Advanced Air Mobility (AAM) atau teknologi mobil terbang di Indonesia.

Penandatangan MoU tersebut dihadiri oleh President and Head Urban Air Mobility Division Hyundai Motor Group Jaiwon Shin, bersama kepala OIKN Bambang Susantono, pada B20 Summit di Bali Nusa Dua Convention Center, Indonesia.

Bambang mengatakan, pengembangan AAM ini nantinya akan memicu budaya belajar, kerja dan gaya hidup baru. Hal ini sebagai upaya pengembangan IKN menjadi ibu kota cerdas dan berkelanjutan.

"Penerapan Advanced Air Mobility di Nusantara sesuai dengan semangat OIKN sebagai 'laboratorium hidup' di Indonesia yang terbuka bagi berbagai potensi untuk menciptakan budaya kerja, belajar, dan gaya hidup baru," kata Bambang.

Adapun, Hyundai Motor Group tengah berencana mengembangkan peta jalan untuk pengembangan AAM, seperti proyek demonstrasi AAM dan uji penerbangan. Nantinya, proyek mobil terbang ini diperkenalkan sebagai bagian dari smart mobility ekosistem di ibu kota baru Indonesia.

Jaiwon Shin menyebutkan bahwa pengembangan AAM ini sesuai dengan visi Hyundai untuk meningkatkan mobilitas penduduk kepulauan.

Peningkatan ini akan dikembangkan melalui pembangunan ekosistem AAM, dengan memanfaatkan infrastruktur penerbangan dan kemampuan teknologi Indonesia.

“Visi penerapan AAM adalah untuk menciptakan sistem transportasi udara yang aman, mudah diakses, ter otomatisasi, dan terjangkau. Hal ini guna mencapai masa depan yang lebih baik, sehingga generasi mendatang dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Shin.

Sebagai informasi, Hyundai Motor Group mengumumkan roadmap pengembangan AAM, yang mencakup segmen Urban Air Mobility (UAM) dan Regional Air Mobility (RAM), pada awal tahun ini untuk mengembangkan solusi mobilitas udara ramah lingkungan.

Unit Supernal Hyundai Motor Group yang berbasis di Amerika Serikat bertujuan untuk memulai layanan UAM di Amerika Serikat pada tahun 2028, sementara Hyundai Motor Group berencana untuk meluncurkan layanan RAM pada tahun 2030-an.

Di sisi lain, sebaliknya CEO Tesla Inc Elon Musk malah sangsi terhadap pengembangan mobil listrik, terutama sebagai solusi pengentasan kemacetan. Pendapat itu disampaikan bos Tesla saat bertemu Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya Bakrie di sesi B20 Summit yang bertajuk ‘Navigating Future Disruption of Global Technological Innovation, di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

Elon menilai bahwa solusi yang tepat adalah pembangunan terowongan bawah tanah untuk mobil, dan justru bukan dengan membuat mobil terbang yang dibayangkan banyak orang akan ada di masa depan. 

“Mobil terbang menimbulkan suara berisik, angin yang besar, tidak bagus buat privasi karena bisa terbang melintasi atas rumahmu,” kata Elon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai Hyundai Motor Hyundai Mobil Indonesia elon musk Tesla Motors tesla Mobil Terbang
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top