Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AHM Belum Keluarkan Produk, FIF Group Tahan Kredit Motor Listrik

FIF Group masih menunggu kehadiran motor listrik dari pabrikan Astra Honda Motor. Selain itu, perusahaan memandang masih ada kendala pembiayaan motor listrik.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  19:43 WIB
AHM Belum Keluarkan Produk, FIF Group Tahan Kredit Motor Listrik
Pekerja beraktifitas di dekat logo FIF Group, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- FIF Group belum melirik ceruk pasar sepeda motor listrik yang belakangan hadir bak cendawan di musim penghujan. Pasalnya, Astra Honda Motor (AHM) selaku mitra utama pembiayaan belum menelurkan produk sepeda motor listrik.

Direktur Marketing PT Federal International Finance (FIF Group) Antony Sastro Jopoetro mengungkapkan perusahaan sebenarnya sudah siap apabila ditunjuk untuk melayani pembiayaan sepeda motor listrik terafiliasi entitas grup Astra.

Pasalnya, FIF terikat dengan amanat induk usaha untuk hanya menyalurkan pembiayaan sepeda motor baru merek Honda. Sementara itu, brand sepeda motor listrik Honda untuk pasar Indonesia sendiri masih berupa prototipe.

"Prinsipnya kami siap kalau nantinya Honda resmi meluncurkan motor listrik buat pasar Indonesia. Tapi yang masih jadi isu terkait motor listrik itu memang soal baterai, apakah masuk dalam pembiayaan atau terpisah. Hal ini yang masih jadi pertimbangan," ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu. 

Anton menjelaskan bahwa diskusi para pelaku leasing terkait baterai sepeda motor listrik awalnya mengemuka karena setiap motor akan memiliki pendekatan berbeda. Misalnya, ada satu baterai dengan charge listrik mandiri, ada pula yang mengakomodasi layanan tukar baterai sebagai sumber daya.

Selain itu, pelaku leasing juga mengantisipasi adanya risiko tersendiri terkait baterai motor listrik apabila masuk ke dalam pembiayaan. Terutama soal usia dan keawetan baterai akibat kelalaian, pemakaian yang tak wajar, pencurian, atau masalah dengan fasilitas charger publik.

"FIF sendiri punya pertimbangan baterai bisa masuk pembiayaan, tidak harus tunai, tapi memang terpisah dari motornya. Salah satunya, pembiayaan baterai itu kemungkinan besar tidak ada asuransinya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top