Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Listrik Bergeser ke Hidrogen pada 2030, Ini Penjelasan BKPM

Meksipun tren mobil listrik akan bergeser, dengan sumber daya alam serta kemampuan industri akan membuat Indonesia tetap diincar pemain otomotif dunia.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  21:01 WIB
Mobil Listrik Bergeser ke Hidrogen pada 2030, Ini Penjelasan BKPM
Truk Hidrogen. - Toyota

Bisnis.com, JAKARTA- Booming mobil listrik (electric vehicle/EV) diperkirakan hanya akan sampai pada 2030 yang kemudian disusul pengembangan massal teknologi hidrogen.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan populasi mobil listrik dunia akan merosot drastis pada 2030 seiring dengan perubahan tren tersebut.

"Periode 2020-2025, populasi mobil listrik dunia akan meningkat tajam 400 persen dari jumlah awal sekitar 2 juta unit. Namun, periode berikutnya hanya naik 10 persen karena peralihan ke hidrogen," kata Nurul kepada Bisnis, Kamis (4/8/2022).

Terkait dengan hal itu, Nurul mengatakan perusahaan yang berinvestasi di industri EV seperti LG dan Foxconn nantinya juga akan menyusul mengikuti tren penggunaan hidrogen tersebut.

Kendati demikian, perubahan tersebut dinilai tidak akan mengurangi potensi investasi di industri otomotif Tanah Air. Sebab, kata Nurul, Indonesia sangat kompetitif karena memiliki industri dengan ongkos produksi relatif lebih rendah dari negara lain, seperti Vietnam dan China.

Selain itu, Indonesia diuntungkan oleh banyaknya ketersediaan sumber daya seperti alumunium, besi, serta campuran besi dan nikel yang digunakan untuk memproduksi komponen.

Bagaimana pun, RI bukan berarti tidak memiliki tantangan. Nurul mengatakan hal yang saat ini menjadi tantangan bagi industri EV Tanah Air adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top