Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Mei Lesu, Isuzu dan Fuso Tetap Optimistis Permintaan Tinggi

Isuzu dan Mitsubishi Fuso meyakini pasar truk masih terus bertumbuh seiring menggeliatnya berbagai sektor bisnis, terutama logistik dan pertambangan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  20:35 WIB
Penjualan Mei Lesu, Isuzu dan Fuso Tetap Optimistis Permintaan Tinggi
Mitsubishi Fuso Fighter. - BISNIS.COM/Aprianus
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Waktu kerja yang pendek membuat total penjualan kendaraan roda empat turun pada Mei. Hal tersebut juga dialami penjualan segmen truk, yang banyak terhambat seiring banyaknya hari libur pada bulan lalu. 

Marketing Communication Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Puti Annisa Moeloek mengatakan bahwa penjualan kendaraan perusahaan turun di angka 13 persen. Akan tetapi itu masih lebih baik dibandingkan kinerja keseluruhan pasar truk pada Mei yang anjlok lebih dari 40 persen.

Menurutnya, tren penjualan truk tidak dipengaruhi minat konsumen seperti hari Lebaran, melainkan pada dinamika bisnis terkait. “Bisa jadi pas April ada yang ambil dan Mei pasti akan tetap beli karena pada dasarnya mereka butuh untuk menjalankan bisnis. Sudah begitu kan ekonomi sedang bertumbuh. Jadi dilihat secara makro,” katanya saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

Nisa menjelaskan bahwa kendaraan Isuzu sendiri fokus menyasar pada lini usaha logistik. Menurutnya, sektor logistik masih memiliki momentum pertumbuhan yang sangat baik pada tahun ini. Sebaliknya, untuk sektor lain, Isuzu juga membidik permintaan dari industri dan komoditas terkait. 

“Tapi yang stabil itu logistik dan tidak akan mati karena kebutuhan manusia akan tetap berjalan. Jadi, kita sasar ke industri yang tumbuh,” jelasnya.

Kendala serupa dialami Mitshubishi Fuso. Director of Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Duljatmono mengatakan bahwa waktu kerja yang pendek membuat realisasi penjualan turun. Padahal, permintaan cukup baik.

“Kalau demand pasar tidak turun. Tapi karena hari kerja yang pendek, realisasi penjualan turun,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top